PANGGILAN VS PAKSAAN: MENEMUKAN MOTIVASI YANG BENAR
“Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.”
(1 Petrus 5:2)
Banyak orang yang merasa terjebak karena melayani hanya berdasarkan rasa sungkan atau “titipan” tugas. padahal yang sesungguhnya Tuhan mengundang, bukan untuk menjebak.
melayani dengan sukarela, membedakan antara melayani karena “harus” (beban) dan karena mau (kasih). Motivasi biasanya berasal dari tekanan eksternal—rasa takut akan konsekuensi, ingin menghindari rasa bersalah, atau sekadar memenuhi ekspektasi orang lain. kita merasa seperti “bidak catur” yang digerakkan oleh tangan orang lain.
dan jika Ada harapan terselubung untuk mendapat imbalan, pujian, atau minimal pengakuan. Jika tidak dihargai, muncul rasa pahit atau dendam.
akan tetapi jika karena kita yang mau melayani dengan Kasih: Motivasi itu berasal dari internal dari dalam diri itu sendiri, Adanya sebuah dorongan empati dan kesadaran bahwa tindakan kita memiliki makna. sehingga kita melayani karena melihat nilai dalam orang yang dilayani, bukan karena merasa terpaksa. melayani dengan “sukarela” menurut KBBI/Kamus Besar Bahasa Indonesia kata “sukarela” adalah dengan kemauan sendiri dengan relah hati, atas kehendak sendiri, tidak karena diwajibkan. sehingga seseorang yang pelayanan atau bekerja dengan sukarela adalah orang yang bekerja dengan kemauannya sendiri, bukan karena adanya paksaan atau motivasi yang lain. di dalam hal ini pun Allah telah memberikan sebuah keteladanan yang ia kerjakan. Yesus menjalankan apa yang menjadi tugas-Nya dengan sukarela dan bukan dengan adanya paksaan, bahkan ia merelakan nyawa-Nya.
Allah memberikan kita tugas yang paling mulia kepada setiap kita, bukan hanya pada setiap gembala, hamba Tuhan, akan tetapi kepada setiap orang yang mengasihi-Nya. sehingga setiap kita seharusnya melayani Dia dengan sukarela dan bukan dengan sebuah paksaan, sama seperti Yesus yang telah memberikan kita keteladanan di dalam sebuah pelayanan.
Doa: Bapa kami bersyukur ketika kami boleh melhat keteladanan di dalam pelayanan yang Tuhan nyatakan, dan biarlah setiap kami pun melakukan atau mengerjaan pelayanan ini dengan sukarelah, bukan karena paksaan atau motivasi yang lain, melainkan karena itulah yang harus kami kerjakan untuk kemuliaan bagi Tuhan.
Bacaan Alkitab
Obaja
