MODE LANGKAH IMAN

“Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.”
(Habakuk 3:17-19)

Perang selalu menimbulkan dampak besar, tidak hanya bagi pihak-pihak yang berperang, akan tetapi bisa berdampak pada situasi sekitar dan global. Nabi Habakuk menyaksikan dengan mata kepalanya bagaimana ketidakadilan, kekerasan, kejahatan, dan kehancuran yang masif dialami oleh bangsanya. Tembok-tembok kota runtuh, rumah-rumah dibakar, mayat bergelimpangan di jalan, harta benda dijarah, bait suci dibakar dan perabot bait Allah dirampas. Mereka yang masih hidup ditawan, dan yang masih tinggal hidup dalam penderitaan dan ketidakpastian. Dampak lain yang juga sangat mengerikan adalah dampak psikologis, dampak sosial, ekonomi, politik, dan spiritual. Secara psikologis mereka yang ditawan hidup dalam tekanan dan penindasan, yang masih hidup ketakutan, cemas, trauma, kehilangan pengharapan, stres, dan depresi. Dampak sosial dan ekonomi terjadi berbagai krisis: krisis kemanusiaan (kematian, cedera fisik, krisis pengungsi, dll), kemiskinan meningkat, kerusakan infrastruktur, inflasi harga bahan pokok, hasil panen tidak menggembirakan, bahkan gagal panen, dll. Dampak spiritual, kehidupan iman menjadi luntur, mulai meragukan Tuhan, bahkan bisa membuat seseorang kehilangan arah dan tidak lagi percaya Tuhan. Habakuk menggambarkan kondisi ini dalam doanya yang penuh dengan ratapan (Hab. 3:16-17): “Ketika aku mendengarnya, gemetarlah hatiku, mendengar bunyinya, menggigillah bibirku; tulang-tulangku seakan-akan kemasukan sengal, dan aku gemetar di tempat aku berdiri; namun dengan tenang akan kunantikan hari kesusahan, yang akan mendatangi bangsa yang bergerombolan menyerang kami. Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang.” Habakuk menjadi contoh, tentang bagaimana orang benar akan hidup oleh percayanya. Hidup bisa saja menjadi kacau dan begitu kelam, namun Habakuk mengajak kita untuk melangkah, menempuh perjalanan iman. Melangkah dengan keyakinan bahwa Ia adalah Allah yang kudus, Allah adil, berkuasa, dan berdaulat. Melangkah dengan keyakinan bahwa Allah adalah Allah yang tidak pernah berhenti berkarya dalam sejarah dan kehidupan umat-Nya. Melangkah dengan keyakinan bahwa Allah, Sang sumber kekuatan, sumber berkat, sumber kehidupan, sumber keselamatan, Dialah Allah yang akan menuntun, menguatkan, memelihara, menolong, dan menyelamatkan.

Doa dan Komitmen: Tuhan, saat keadaan tidak sesuai harapan, seolah semua jalan tertutup, ajar kami untuk tetap melangkah dalam iman. (Mas Git)

Bacaan Alkitab
1 Samuel 18-20Mazmur 11, 59