FEAR FACTOR
“Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku”.
(Mazmur 62:2, 6)
“Ketika ketakutan datang, Berdiamlah” Ketakutan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan manusia. Setiap orang pernah takut: takut kehilangan, takut gagal, takut terhadap masa depan, takut terhadap penyakit, takut terhadap perubahan, takut terhadap penolakan, takut terhadap keadaan yang tidak dapat dikendalikan, bahkan takut ketika menghadapi penderitaan atau mungkin kematian. Dalam naturnya, ketakutan membuat seseorang akan mencari tempat yang aman. Mazmur 62 adalah ungkapan iman dan ketenangan yang mendalam dari Daud. Dalam pergumulan yang ia hadapi, ia juga mengalami ketakutan tersendiri, namun Daud mengarahkan jiwanya kepada Allah sebagai gunung batu dan keselamatan. Daud mengarahkan hati dan pikirannya kepada Allah, satu-satunya tempat perlindungan yang sejati. Daud bukan dalam keadaan baik-baik saja, melainkan ia sedang berada di satu masa tergelap dalam hidupnya. Daud sedang menghadapi pemberontakan yang dilakukan oleh anaknya sendiri, yaitu Absalom yang ingin merebut tahtanya (2 Samuel 15-19). Saat orang-orang dekatnya berbalik melawan Daud, menyerang karakter dan reputasinya dengan kebohongan, sementara posisi Daud secara politis dan militer sangat lemah serta nyawa dan masa depannya terancam, Daud tetap mengarahkan imannya kepada Allah. “Hanya dekat pada Allah, hanya pada Allah” menjadikan dirinya tetap tenang. Jiwa Daud tenang bukan karena situasi yang berubah, melainkan karena Daud tahu kepada siapa ia mempercayakan hidupnya (ayat 2-3, 6-7). Bagi Daud, Allah adalah gunung batu, kota benteng dan keselamatan yang sejati dan dapat dipercaya.Sumber kekuatan dalam menghadapi ketakutan adalah berdiam diri dihadapan Allah yang hidup. Ketenangan bukan berarti kita sedang menekan emosi, melainkan kita berdiam diri dihadapan Allah untuk mencurahkan segenap hati rasa ketakutan itu. Ketakutan boleh berbicara, tetapi Allah harus menjadi suara terakhir yang harus kita dengarkan. Kekuatan kita adalah Kristus yang menjadi Imanuel atas hidup kita. Dan hanya Kristus, satu-satunya yang mengerti apa yang sedang kita alami.
Doa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk kasih-Mu yang terus mengalir dalam hidup kami, yang memberi kekuatan saat kami takut, amin. (gian).
Bacaan Alkitab
1 Samuel 21-24
