ANAK-ANAK ALLAH atau REKAN-REKAN ALLAH
LEGACY MANA PILIHANMU?
Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
(Yohanes 1:10-13)
Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.
(Yohanes 12:26)
Perenungan hari ini mari kita mulai dari sebuah istilah: KUASA. Arti yang bisa kita dapatkan: Kuasa adalah kemampuan, kekuatan, atau wewenang yang dimiliki seseorang untuk bertindak, memerintah, mengurus, atau mewakili pihak lain. Istilah ini merujuk pada kapasitas melakukan sesuatu, baik secara fisik maupun hukum, serta pengaruh yang menyertai jabatan. Kuasa itu memberikan daya tarik yang sangat luar biasa sehingga membuat manusia memperebutkannya, bahkan rela melakukan segala sesuatu untuk mendapatkannya. Dan biasanya, tatkala ia berkuasa maka ia akan melakukan juga segala sesuatu untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, bahkan upaya “balik modal” – kalau bisa melebihi dari “modalnya”. Manusia berupaya mendapatkannya.
Berdasarkan bacaan hari ini justru Sang Penguasa itu memberikannya kepada mereka yang menerima-Nya. IA memberikan KUASA untuk menjadi anak² Allah. Nah disinilah polemik itu terjadi dan dimulai dari cara memahaminya. Ada beda pemahaman yang terjadi.
- Sebagian memahami bahwa setiap kita yang disebut anak² Allah selalu memiliki kuasa, dan melaluinya kita bisa melakukan banyak perkara. Tentu saja hal ini terjadi secara kondisional, yakni kehidupan yang selalu terhubung dengan-Nya & melakukan kehendak-Nya.
- Sementara pemahaman lain memahami bahwa kuasa itu diberikan Allah agar manusia yang tidak mengenal-Nya & menolak-Nya ini bisa percaya & menerima-Nya. Tatkala hal itu terjadi, maka orang yang menerima-Nya itu disebut sebagai anak² Allah. Sederhananya, kuasa Allah itulah yang membuat kita percaya & menerima Yesus.
Entah dengan pemahaman mana, kita suka memaknai bahwa kuasa itu sebagai Legacy, ya karena diberikan oleh Bapa kepada anak²-Nya. Namun jangan lupa, legacy itu harus dipahami secara luas dan dalam – bukan hanya dalam posisi & sebutan sebagai anak² Allah saja, tetapi juga sebagai pelayan² Allah yang selalu berada dimana Yesus berada. Hal luar biasa akan terjadi yakni ia akan dihormati Bapa. Seharusnya kita selalu mengaitkan antara posisi menjadi anak²-Nya ini dengan menjadi pelayan²-Nya, karena realitasnya itulah yang harus terjadi dalam kehidupan kita sebagai orang² percaya; tidak cukup hanya menerima legacy sebagai anak²-Nya saja tetapi menepis & menolak untuk melayani-Nya. Jadi, mana yang menjadi pilihanmu? Seharusnya keduanya. Tuhan memberkati. (jp)
DOA: TUHAN acapkali kami mengklaim diri kami sebagai anak² Allah yang diberikan kuasa & warisan sorgawi, namun kami selalu menghindar untuk di dekat-Mu, bersimpuh dan melayani-Mu. Ampunilah kami bila kami berpikir bahwa melayani-Mu itu tidak menjadi bagian dari status kami sebagai anak²-Mu. Dalam nama Yesus kami memohon, Amin.
Bacaan Alkitab
Kisah Para Rasul 24-26
