WORSHIP HIM IS SERVE HIM

10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!
(Matius 4:10)

Pdt. Jimmy Setiawan dalam bukunya mengatakan. Ada seorang novelis ateis yang bernama David Foster Wallace, dalam pidatonya di sebuah acara kelulusan mengatakan, “sebenarnya tidak ada ateisme sejati di dalam kehidupan sehari-hari manusia dewasa. Tidak ada yang tidak menyembah. Semua orang menyembah. Satu-satunya pilihan yang harus kita buat adalah apa yang kita sembah”. Artinya dapat disimpulkan bahwa semua orang Kristen itu menyembah Tuhan, tetapi yang sering dilupakan dan diabaikan adalah menyembah Dia itu berarti melayani Dia juga.

Memang perlu disadari bahwa dalam kehidupan bergereja dengan perbedaan latar belakang yang begitu kompleks sangat bisa membuat kita berbeda dalam segala hal. Termasuk dalam hal memaknai tentang penyembahan dan melayani. Dimana penyembahan dan melayani sering kali dipahami secara sempit dan dangkal dan seolah-olah terpisah. Kalau kita mencari pengertian dalam KBBI memang kita mendapatkan pengertian agak sedikit berbeda. Menyembah itu mengarah kepada sikap hormat, tunduk dan memuja misalnya dengan mengangkat tangan, menyimpuh berlutut, sujud duduk lalu membungkuk dan lain sebagainya. Secara tidak langsung pengertian ini tentang ritual atau liturgi. Sementara melayani menurut KBBI, mengarah kepada mengurus, menerima, mengendalikan. Yang secara sederhana memberikan pengertian biasanya merujuk pada pelayanan praktis atau pekerjaan hamba, dengan kata lain kita hadir untuk memenuhi kebutuhan, siap repot demi kebaikan orang lain. Kedua pengertian ini membawa kita pada perspektif dan tindakan yang berbeda dalam menjalani nilai-nilai Kristen di dunia ini. Dua hal ini kerap dipisahkan dimana menyembah terjadi di altar, melayani terjadi di luar altar. Namun Alkitab justru mengikat keduanya dengan sangat erat.

Matius 4:10 dalam terjemahan BIMK Yesus memjawab, “Pergi Kau, hai Penggoda! Dalam Alkitab tertulis: Sembahlah Tuhan, Allahmu, dan layani Dia saja!”. Artinya, hal ini sepaket dan merujuk pada tindakan sadar dan terus-menerus harus dilakukan, tidak mengenal kamu berada dimana, entah dalam ibadah formal atau dalam aktifitas keseharianmu, atau kamu dalam kondisi apapun, termasuk dalam susah dan senangmu. Jadi kalau kita mengaku bahwa saya menyembah Tuhan maka kita juga harus mengaku dengan konsekuen bahwa saya siap melayani Dia. (GN)

Doa: Tuhan, trimakasih untuk firman-Mu. Ajari kami untuk tidak hanya mau menyembah-Mu dengan antusias, tetapi ajari kami untuk melayani-Mu dengan penuh kerelaan. Amin.

Bacaan Alkitab
Hosea 1-3