MEMUTUS RANTAI TRIAL AND ERROR
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
(1 Korintus 10:13)
Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”
(Kejadian 4:7)
Pragmatisme dan kehidupan yang serba cepat dan instan yang dunia tawarkan sesungguhnya telah mempengaruhi kehidupan berjemaat dengan nilai-nilai luhur yang diajarkan dan diteladankan oleh Kristus. Banyak orang percaya baik yang sudah lama mengaku percaya Kristus maupun mereka yang baru menjadi percaya telah menghabiskan bertahun-tahun hidup imannya dalam siklus trial and error—mencoba gaya hidup duniawi, gagal, terluka, lalu kembali ke Tuhan, lalu itu akan terulang kembali. Hidup benar sesaat dan selanjutnya hanya untuk mengulang kesalahan yang sama di kemudian hari. Ini adalah pola hidup yang tidak menghormati karya penebusan Kristus. Orang yang telah mengalami kelahiran baru, dipanggil untuk meninggalkan gaya hidup eksperimental atau coba-coab dan secara utuh masuk ke dalam kepastian firman Tuhan. Selama beberap hari ini Anda sudah dibawa kepada dimensi lebih dalam bahwa dalam firman Tuhan berlaku kebenaran yang pasti dan utuh. Bukan kebenaran yang bersifat partial maupun sementara. Jika hal itu ditemukan maka itu bukanlah kebenaran namun teori dan rumus hidup yang sewaktu saat nanti akan digugurkan dengan teori yang lebih lengkap. Sementara itu bicara kebenaran itu bicara tentang kekekalan dan bukan sementara. Jadi Anda harus memahami bagian ini, firman Tuhan itu berisi kebenaran yang bersifat kekal. Dan itu berarti prinsip kepastian dalam firman Tuhan itu melekat satu sama lainnya. Hidup mengikut Kristus bukan lagi tentang coba-coba mencari kebahagiaan, melainkan berjalan dalam kepastian ketaatan. Ketika kita berbuat baik dan taat, firman Tuhan menjanjikan penerimaan dan perkenanan (Kejadian 4:7). Hal ini tak terbantahkan oleh kesaksian mereka yang hidupnya dekat dengan Tuhan dan firman-Nya. Sehingga bagi orang yang sudah lahir baru, dia tahu juga dengan pasti siapa Allah dan Penyelamat sejatinya. Kelahiran baru mengubah identitas dan tujuan hidup kita. Hidup kita bukan lagi milik kita sendiri, melainkan milik Kristus yang telah menebus kita dengan harga yang mahal. Karena itu, gaya hidup kita harus mencerminkan rasa hormat (respect) yang tinggi terhadap Tuhan. Saya mengajak Anda untuk meninggalkan Kebiasaan “Coba-Coba”: Berhentilah menguji batas-batas dosa (misalnya: “Seberapa jauh saya bisa kompromi tanpa berdosa?”). Sebaliknya, kejarlah kekudusan dengan segenap hati. Lalu bangunlah disiplin rohani. Bangun ritme hidup harian yang teratur melalui doa, membaca Firman, dan tertanam dalam komunitas sel/gereja lokal. Sudah saatnya memutus siklus trial and error yang melelahkan dan merusak kesaksian iman Anda. Hiduplah sebagai ciptaan baru yang konsisten, berakar teguh, dan menghormati Anugerah Allah dalam setiap aspek kehidupan harian. (Ant)
Bacaan Alkitab
Mazmur 106-107
