AKAR DARI TIAP KEGAGALAN ORANG PERCAYA ADALAH GAGAL MENGELOLA KEINGINAN DIRI SENDIRI

Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. 
(Yakobus 1:13-14)

Ketika seorang percaya jatuh ke dalam dosa atau mengambil keputusan yang salah, kecenderungan manusiawinya adalah mencari kambing hitam. Kita sangat gampang menyalahkan situasi, orang di sekitar, atau bahkan menyalahkan Tuhan dengan berkata, “Mengapa Tuhan membiarkan ini terjadi?” Namun, Firman Tuhan menegaskan bahwa akar utama kegagalan kita sering kali terletak pada kegagalan mengelola keinginan diri sendiri. Yakobus mengingat bagian penting tentang pemahaman dan penghayatan hidup kita tentang Allah. Sesungguhnya Allah adalah kudus, sehingga nasihat dan pengingat Yakobus ini harus kita pegang sepanjang hayat bahwa “Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: ‘Pencobaan ini datang dari Allah!’ Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun.” (Yakobus 1:13). Allah adalah sumber kebaikan dan kekudusan. Ia memurnikan kita, tetapi Ia tidak pernah menjebak kita ke dalam kejahatan. Dan patut untuk diperhatikan bersama bahwa mekanisme kejatuhan manusia ke dalam dosa seringkali bukan datang dari pihak luar. Melainkan, “Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.” (Yakobus 1:14). Dosa bekerja seperti umpan pancing. Keinginan daging yang tidak didisiplinkan akan menyeret kita keluar dari batasan firman Tuhan hingga akhirnya melahirkan kebiasaan yang mematikan. Kita semua seharusnya mulai mengevaluasi diri dengan: (1) Mengenali area keinginan diri yang paling rawan kompromi—apakah itu kesombongan, materi, kemarahan, atau hawa nafsu; (2) Matikan di Tingkat Pikiran: Jangan memberi makan keinginan yang salah. Ketika pikiran salah muncul, segeralah taklukkan di bawah ketaatan kepada Kristus sebelum menjadi tindakan. Seperti saklar lampu, Anda harus mengaktifkan tombol off sesegera mungkin apabila alarm bencana konsleting listrik itu berbunyi atau menampakkan kerusakan berupa asap atau pun api. Dan dari semuanya itu adalah, setiap orang percaya dimampukan melakukan itu semua karena memiliki sosok penolong yaitu Roh Kudus. Roh Kudus yang tinggal di dalam diri orang percaya memberikan kita kuasa untuk berkata “tidak” pada keinginan daging. Menghormati karya keselamatan Kristus berarti bersedia mematikan keinginan diri dan membiarkan Kehendak Allah yang memimpin seluruh jalan hidup kita. (Ant)

Bacaan Alkitab
1 Tawarikh 7-10