MENJADI PEMBAWA HARAPAN

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.
(Matius 5:16)

Di tengah berbagai persoalan yang dihadapi bangsa ini, sangat mudah bagi seseorang untuk kehilangan harapan. Berita tentang ketidakadilan, kemerosotan moral, konflik, dan berbagai kesulitan yang terus terjadi sering kali membuat banyak orang menjadi pesimis terhadap masa depan. Tidak sedikit yang memilih mengeluh, menyalahkan keadaan, atau merasa bahwa apa yang dilakukan satu orang tidak akan membawa perubahan apa pun.

Namun, firman Tuhan mengajarkan sikap yang berbeda. Tuhan tidak memanggil umat-Nya untuk larut dalam keputusasaan, tetapi untuk menjadi pembawa pengharapan di tengah dunia yang sedang kehilangan arah. Harapan itu bukan lahir karena keadaan sudah berubah menjadi lebih baik, melainkan karena kita percaya kepada Allah yang tetap memegang kendali atas sejarah dan kehidupan umat-Nya.

Nehemia adalah salah satu contoh yang indah. Setelah mendengar keadaan Yerusalem yang hancur, ia tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa putus asa. Ia memilih datang kepada Tuhan dalam doa, mengakui dosa bangsanya, mengingat janji Allah, lalu mempersiapkan diri untuk taat ketika Tuhan membuka jalan. Dari satu hati yang mau dipakai Tuhan, akhirnya lahirlah sebuah pemulihan yang membawa harapan bagi seluruh bangsa Israel.

Billy Graham berkata, “Believers are the Bible the world reads first.”
“Sering kali kehidupan orang percaya adalah Alkitab pertama yang dibaca oleh dunia.”

Perkataan ini mengingatkan kita bahwa kehadiran orang percaya seharusnya membawa pengaruh yang baik bagi lingkungan di sekitarnya. Dunia mungkin tidak langsung membaca Alkitab, tetapi mereka terlebih dahulu melihat bagaimana kita hidup, berbicara, bekerja, melayani, dan memperlakukan sesama. Melalui kehidupan itulah terang Kristus dapat dinyatakan.

Sebagai gereja yang Tuhan tempatkan di Indonesia, kita dipanggil untuk menjadi terang dan garam bagi bangsa ini. Kita mungkin tidak mampu mengubah seluruh keadaan, tetapi kita dapat memulai dari hal-hal sederhana yang Tuhan percayakan kepada kita. Menjadi pribadi yang jujur di tempat kerja, menghidupi kasih dalam keluarga, membangun damai di tengah perbedaan, serta setia mendoakan bangsa adalah cara-cara nyata menghadirkan pengharapan di tengah masyarakat.

Kiranya kehidupan Nehemia mengingatkan kita bahwa Tuhan masih mencari orang-orang yang bersedia dipakai-Nya. Jangan pernah meremehkan hidup yang taat kepada Tuhan. Ketika satu orang hidup seturut kehendak-Nya, Tuhan dapat memakai hidup itu untuk membawa dampak yang jauh lebih besar daripada yang pernah dibayangkan.

Kiranya melalui kehidupan kita, semakin banyak orang melihat kasih Kristus dan memuliakan nama-Nya. Biarlah gereja terus menjadi pembawa pengharapan, sehingga melalui kehadirannya, bangsa Indonesia semakin mengenal kasih dan kebenaran Tuhan. – Tin

Bacaan Alkitab
Bilangan 33-34