KERJAKAN BAGIAN KITA HARI INI
“Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakikatnya adalah mati.”
(Yakobus 2:17)
Ketika kita memperhatikan dan memikirkan betapa rumit serta kompleksnya permasalahan sosial yang melilit bangsa Indonesia saat ini mulai dari kemiskinan yang mendalam, kesenjangan ekonomi, ketidakadilan hukum, hingga kerusakan lingkungan sering kali perasaan ragu dan kecil hati menghampiri diri kita. Dalam ketidakberdayaan itu, kita kerap berbisik dan bertanya kepada diri sendiri: “Apa yang bisa saya lakukan menghadapi masalah raksasa sebesar ini? Apakah usaha kecil saya akan membawa arti atau perubahan?” Perasaan tidak berdaya ini jika dibiarkan dapat membuat kita menjadi pasif, bersikap apatis, dan akhirnya memilih untuk lepas tangan dari pergumulan masyarakat sekitar. Namun, pengajaran firman Tuhan melalui surat Yakobus memberikan pengingat yang sangat berharga. Allah yang kita sembah tidak pernah menuntut kita untuk menyelesaikan seluruh permasalahan dunia ini seorang diri. Allah tidak menagih kita untuk menjadi pahlawan yang langsung mengubah seluruh tatanan bangsa dalam sekejap. Hal utama yang dituntut Allah dari hidup kita adalah kesetiaan untuk melangkah dan mengerjakan bagian yang sanggup kita lakukantindakan nyata yang ada tepat di depan mata kita hari ini.
​Yakobus menegaskan bahwa iman tanpa perbuatan nyata adalah iman yang mati. Iman bukanlah sebatas pengakuan di bibir, pengetahuan teologis yang muluk-muluk, atau wacana diskusi semata. Iman yang sejati dan hidup selalu memiliki dorongan untuk mewujudkan kasih Allah ke dalam tindakan praktis. Sebuah langkah kecil yang dilakukan dengan ketulusan dan kasih yang besar di hadapan Tuhan memiliki dampak spiritual yang sangat nyata dan berarti bagi sesama. Memberikan makanan kepada satu orang yang sedang kelaparan, membantu membiayai kebutuhan sekolah satu anak miskin di lingkungan sekitar, berkomitmen untuk tidak membuang sampah sembarangan demi menjaga lingkungan, atau berani menyuarakan kejujuran dan kebenaran di tempat kerja kita adalah wujud nyata dari tindakan iman yang hidup.
Tindakan-tindakan sederhana ini mungkin tidak langsung mengubah seluruh wajah dunia, tetapi tindakan tersebut sungguh mengubah dunia bagi orang yang menerimanya. Oleh karena itu, mari kita berhenti hanya menjadi penonton yang pasif atau sekadar pengkritik keadaan di media sosial. Mari kita melangkah dengan mantap dan mulai bergerak mengerjakan bagian kita hari ini demi kemuliaan nama Tuhan.
Refleksi: Iman yang sejati tidak diukur dari seberapa banyak teori rohani yang kita ketahui, melainkan dari tindakan nyata yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Menghadapi besarnya permasalahan sosial di sekeliling kita, Tuhan tidak meminta kita untuk menyelesaikan segalanya sendirian, melainkan meminta kita untuk setia mengerjakan apa yang sanggup kita lakukan. Jangan pernah meremehkan kebaikan kecil yang dilakukan dengan kasih yang besar. Mari berhenti menjadi penonton, dan mulailah mengambil langkah nyata hari ini untuk menjadi saluran berkah bagi sesama. -Chika
Doa dan Komitmen: Tuhan, mampukanlah kami untuk tidak ragu melangkah dan setia mengerjakan bagian kami sekecil apa pun itu di tengah lingkungan kami, demi menjadi kesaksian yang hidup bagi nama-Mu.
Bacaan Alkitab
Hakim-Hakim 19-21
