MEN-TUHAN-KAN TUHAN HINGGA GARIS AKHIR
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.
(Yakobus 1:12)
Budaya masyarakat modern sekarang ini tidak lagi tersekat hanya milik orang atau kumpulan masyarakat tertentu seperti masyarakat di kota besar saja. Kemajuan komunikasi telah membuat pemikiran dan budaya pop lebih mengglobal. Contoh sederhana saja, maraknya masyarakat penyuka olahraga baru seperti PADEL telah sampai juga ke pelosok. Ada banyak lapangan padel dibangun di masyarakat pinggiran atau desa. Budaya pop lainnya yang lagi menjamur namun juga diikuti hingga ke pedesaan adalah olahraga lari. Di Bali olahraga lari yang telah mendunia adalah MayBank Marathon. Olahraga lari Marathon itu berbeda sekali dengan olahraga lari sprint. Baik perbedaan jarak dan durasi waktu, baik perbedaan latian fisik dan ototnya sehingga mempengaruhi ketahanan dan kecepatan pelarinya. Sprint hanya menempuh 100m dan dibutuhkan latian otot dan enegy yang tepat. Marathon menempuh 42,2km sehingga dibutuhkan ketahanan kecepatan dan konsistensi. Demikian juga kita memahami bahwa mengikut Kristus adalah maraton iman, bukan lari cepat (sprint). Awal yang baik tidak ada artinya jika tidak diselesaikan dengan baik. Seri penutup ini mengarahkan pandangan kita pada garis akhir—penghargaan kekal yang Allah janjikan bagi mereka yang bertahan dalam ujian dan tetap setia mengasihi Dia hingga akhir hayat. Rasul Yakobus menjelaskan dengan baik bahwa hasil dari keberhasilan menempuh ujian akan diberikan reward oleh Tuhan. Dikatakan bahwa, “…sebab apabila ia tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.” Mahkota kehidupan (stephanos) adalah lambang kemenangan yang diberikan kepada mereka yang tidak menyerah di tengah arena perlombaan iman. Anda semua dikehendaki mendapatkan stephanos yakni sebagai lambang kemenangan Anda terhadap setiap ujian dan pencobaan. Namun, stephanos ini bukanlah yang menggerakkan Anda. Yang menggerakkan Anda adalah Kasih. Makanya perhatikan frasa ini bahwa mahkota ini dijanjikan kepada “barangsiapa yang mengasihi Dia”. Motivasi bertahan dalam ujian bukan lagi dipandang sekadar ketaatan, karena itu Anda akan menjadi orang Kristen legalis. Anda semua bertahan hanya dikarenakan hubungan kasih yang mendalam dan rasa hormat yang besar kepada Tuhan yang telah menyelamatkan kita. Hal-hal sederhana ini seringkali kita abaikan. Untuk itu ayo mari bersama kita semua memahami dengan lebih baik perspektif kekekalan: Pandanglah setiap penderitaan dan ujian sementara ini dalam terang kekekalan. Beban yang sekarang tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan kita terima. Setialah dalam hal kecil dan tunjukkan kasih dan penghormatan kepada Tuhan melalui kesetiaan menjalankan tanggung jawab harian—dalam keluarga, pekerjaan, maupun pelayanan. Mari kita jalani sisa hidup ini dengan respons yang tepat terhadap karya keselamatan Kristus. Tetaplah tekun, bertahanlah dalam ujian, dan jaga ketaatan Anda hingga garis akhir, sampai kita mendengar Tuhan berkata: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia.” (Ant)
Bacaan Alkitab
1 Tawarikh 13-16
