HIDUP ADALAH PILIHAN

¹²”Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. ¹³Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; ¹⁴karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.” 
(Matius 7 – TB)

 ¹³”Masuklah melalui pintu yang sempit, sebab pintu dan jalan yang menuju ke neraka besar dan lebar, dan banyak orang yang melaluinya. ¹⁴Tetapi sempit dan sukarlah pintu dan jalan yang membawa orang kepada hidup. Dan hanya sedikit orang yang menemukannya.”         
(Matius 7 – BIMK)

Tidak jarang ketika hendak melakukan pelayanan/ perkunjungan di suatu tempat, saya diam sejenak sebelum berangkat –  memikirkan alternatif jalan untuk mencapai lokasi pelayanan/ perkunjungan tersebut, apalagi di jam³ tertentu kepadatan lalu lintas di jalur besar pasti terjadi dan tidak terhindarkan, sehingga harus berangkat lebih awal. Tetapi terkadang harus memilih “jalan tikus”, yang sekalipun lebih sempit namun tidak sampai terjebak  kemacetan, apalagi di antaranya merupakan jalan satu arah sehingga cenderung lebih lancar. Saya rasa hampir setiap orang (yang sering melakukan perjalanan) punya pengalaman yang kurang lebih sama, yakni menentukan PILIHAN – kita mau melalui jalan yang mana.

Sejak Sekolah Minggu mungkin kita sudah mengenal sebuah lagu dengan syair:

Di dalam dunia ada dua jalan,
LEBAR dan SEMPIT, mana kau pilih.
Yang LEBAR api jiwamu mati
Tapi yang SEMPIT jiwa berseri

Jelas sekali bagi kita terambil dari mana syairnya – sama dengan bacaan kita hari ini di Matius 7:13-14. Ada beberapa hal yang seharusnya menjadi perhatian kita tentang ayat² tersebut, misalnya:

  1. Adanya PILIHAN; mau pintu/ jalan yang ¹SEMPIT atau yang ²LEBAR
  2. Adanya PEMILIH, ¹BANYAK Pemilih berarti jalan lebar banyak dipilih, atau ²SEDIKIT Pemilih berarti jalan sempit sedikit dipilih.
  3. Alasan MENGAPA BANYAK dipilih dan SEDIKIT dipilih. Logika sederhananya, dipilih karena banyak yang memilih – “tidak” dipilih karena sedikit yang memilih. Sangat besar dipengaruhi oleh pemahaman kalau banyak yang memilih maka dianggap itu yang “lebih baik” dan katak dipilih. Atau, banyak dipilih karena LEBAR dan LUAS jalannya sehingga “mudah” ditemukan. Sementara yang sedikit dipilih karena “sulit” ditemukan/ didapati.
  4. ENDING dari pilihan: KEBINASAAN atau KEHIDUPAN (TB) atau NERAKA atau HIDUP (BIMK). 

Refleksi:
Ketika kita merenungkan GEMBALA hari ini, sadarkah dimana posisi kita – di pintu atau jalan yang banyak dipilih orang, atau di pintu/ jalan yang sempit? Tahukah ending/ tujuan akhir dari perjalanan anda? Dan tahukah, konsekuensi apa yang akan/ harus kita hadapi ketika “berjalan di jalan yang sempit” itu? Sungguh siap?

Bacaan Alkitab
1 Tawarikh 17-19