NOTITIA: MENGENAL ISI INJIL
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
(Roma 10:17)
Notitia berasal dari bahasa Latin yang berarti “pengetahuan.” Dalam konteks iman, notitia menunjuk pada pengenalan akan isi Injil—siapa Allah, siapa manusia, siapa Kristus, apa yang telah Ia lakukan di kayu salib dan dalam kebangkitan-Nya, dan mengapa kita membutuhkan keselamatan. Tanpa pengetahuan yang benar tentang hal-hal ini, ‘iman’ kita hanyalah kekosongan yang dibungkus dengan kata-kata rohani. Kita bisa menyanyikan lagu-lagu pujian dengan penuh emosi, kita bisa mengangkat tangan saat beribadah, kita bisa merasa ‘dekat dengan Tuhan’—tetapi jika kita tidak mengenal siapa yang kita sembah, apa artinya semua itu? Paulus menegaskan dalam Roma 10:17 bahwa iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Perhatikan urutannya: pertama ada firman Kristus, lalu pendengaran, lalu iman. Artinya, iman bukanlah hasil meditasi kosong, bukan intuisi mistis, bukan pula perasaan yang muncul entah dari mana. Iman adalah respons terhadap kebenaran yang dinyatakan Allah melalui firman-Nya. Karena itu, ortodoksi—pengajaran yang benar—bukanlah kemewahan teologis yang hanya untuk para pendeta dan teolog. Ortodoksi adalah fondasi iman setiap orang percaya. Kita tidak bisa mempercayai seseorang yang tidak kita kenal, dan kita tidak bisa mengenal seseorang tanpa mendengar tentang dia.Inilah mengapa merenungkan firman Tuhan setiap hari begitu penting. Bukan sekadar membaca untuk memenuhi kewajiban rohani, bukan sekadar membaca agar merasa ‘sudah melakukan sesuatu’ bagi Tuhan. Membaca firman adalah menyerap kebenaran yang membentuk cara kita mengenal Allah. Setiap halaman Alkitab adalah undangan untuk mengenal Dia lebih dalam—untuk melihat karakter-Nya, untuk memahami karya-Nya, untuk merenungkan kasih-Nya. Tanpa notitia, iman kita mudah goyah oleh angin pengajaran yang menyesatkan. Tanpa notitia, kita mudah tertipu oleh guru-guru palsu yang memutarbalikkan Injil. Tanpa notitia, kita tidak punya dasar untuk membedakan yang benar dari yang salah.Seorang anak kecil yang mengenal ayahnya dengan baik akan segera tahu jika ada orang asing yang mengaku sebagai ayahnya. Demikian pula, semakin kita mengenal Kristus melalui firman-Nya, semakin kokoh pula iman kita berdiri. Semakin kita akrab dengan suara Gembala yang baik, semakin mudah kita mengenali suara asing yang mencoba menyesatkan kita. Hari ini, mari kita periksa: apakah kita benar-benar mengenal isi Injil? Apakah kita bisa menjelaskan kepada orang lain mengapa kita percaya? Apakah kita haus akan firman Tuhan seperti bayi yang haus akan air susu yang murni (1 Petrus 2:2)? -Dan
Bacaan Alkitab
1 Tawarikh 26-29, Mazmur 127
