FAKTA BUKAN MITOS?

²Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. ³Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.
(Yohanes 14)

¹⁰Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, ¹¹dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”  
(Kisah Para Rasul 1)

²⁷Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
(Lukas 21)

Bila kita mengacu pada judul renungan kita di hari ini terkait The Second Coming – Kedatangan Yesus yang kedua kali  – apakah itu Fakta atau Mitos? Sebagai orang² Kristen yang mengaku percaya kepada TUHAN dan Alkitab yang ada Firman Allah, maka seharusnya cukup – bahkan sangat sederhana. Kita lihat saja bacaan² di atas yang merupakan sebagian dari banyak bagian yang mencatatkan tentang kedatangan-Nya yang kedua kali. Maksudnya begini – Kalau kita percaya Alkitab itu adalah Firman Allah yang dipercaya, maka kita yang mengakui bahwa Allah tidak berbohong & berdusta – dan setiap Firman-Nya adalah kebenaran, maka The Second Coming adalah FAKTA. Penyangkalan kita akan kedatangan-Nya sebenarnya adalah wujud Penyangkalan kita bahwa Alkitab itu BENAR dan berotoritas. Atau kita mau katakan bahwa Alkitab itu Palsu.

Lebih lanjut, saya ingin mengajak kita sekalian untuk menyimak kembali sinopsis – penjelasan Mimbar untuk Minggu III Oktober ini – sebagaimana yang telah dicatat di atas, sebagai berikut:

Pengakuan Iman Rasuli mencatatkan demikian:  “ . . . . Dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati”. Kedatangan Yesus kedua kali merupakan pengakuan iman, yang artinya bahwa hal tersebut akan terjadi sebagaimana yang dikatakan oleh Yesus sendiri dan yang Alkitab tuliskan. Bagaimana respon kita? Apakah menimbulkan ketakutan karena IA datang sebagai Hakim yang Adil, yang bisa menjatuhkan hukuman bagi orang² yang tidak hidup benar; atau memunculkan pengharapan karena IA menjemput kita untuk tinggal bersama DIA dalam Rumah Bapa?

Untuk menjawab pertanyaan² ini seharusnya kita merujuk kembali kepada Alkitab. Misalkan, ketika kita membaca Matius 25 yang minimalnya menampilkan 3 (tiga) perikop yang semuanya menjadi sebuah gambaran tentang kedatangan Tuhan yang kedua kali, selalu menghadirkan 2 (dua) kelompok yang berseberangan.

Ada Gadis² Bijak dan ada Gadis² Bodoh; ada hamba² yang Baik & Setia dan ada hamba yang Jahat & Malas; ada Domba di sebelah Kanan dan ada Kambing di sebelah Kiri. Masing² akan menerima upah dan konsekuensinya atas apa yang mereka lakukan hingga Sang Mempelai, Sang Tuan dan Sang Hakim itu hadir. Harusnya bagi satu pihak, kedatangan-Nya bisa menjadi dimulainya sebuah petaka besar yang memunculkan ketakutan,  kendaraan dan hukuman bagi mereka. Sementara di pihak lain, itu menjadi berita sukacita, realita dari sebuah pengharapan itu terjadi dan nyata, dan mereka menikmati hidup dan tinggal ber-sama² Allah Sang Bapa.

Bagi kita, apakah signifikansinya dari Kedatangan Yesus yang kedua kali ini? Apakah ada pengaruh bagi kita dalam menjalani kehidupan kita sebagai orang percaya pada zaman ini? Ingat, Eskatologi (doktrin akhir zaman) tidak jarang dijadikan pengajaran yang disalahgunakan, dipakai untuk mendapatkan/ memberikan keuntungan dari para pengikutnya.

Jawaban dari pertanyaan² di atas sebetulnya dimunculkan dalam perenungan² di hari² sebelumnya, di mana setiap kita diminta untuk waspada dan berjaga, karena tidak seorangpun tahu hari itu akan terjadi. Anytime Yesus akan datang kembali. Tidak Cukup! Kita juga harus memberikan hati dan pikiran kita kepada pengajaran yang sehat dan benar, yang berlandaskan pada kebenaran Firman Tuhan,  yang adalah Alkitab yang berotoritas supaya kita tidak mudah diombang-ambingkan oleh pengajaran yang menyesatkan (bandingkan Efesus 4:14). Bahkan ada hal yang juga penting untuk diawasi oleh kita sendiri, yakni jangan mudah takjub, terkesima, ter-heran² oleh berbagai sensasi dan mujizat yang bisa ditampilkan oleh guru², nabi² dan mesias² palsu. Mereka bukan saja menguras harta anda, mereka menguras jiwa anda. Hati² terhadap mereka. Inipun FAKTA, bukan MITOS.

DOA: Biarlah kami mengatakan bahwa Firman-Mu itu YA dan AMIN. Kami mempercayai, bukan sekedar dengan pikiran, pengetahuan dan pemahaman kami semata, tetapi kami nyatakan dalam wujud kehidupan dan tutur kata kami. Tolong kami ya TUHAN di zaman akhir ini, tatkala penyesatan terjadi di mana² dengan upaya massive dan intens – biarlah kami menyukai Bait Suci-Mu, tinggal di hadapan-Mu, dan menikmati Firman-Mu, karena perlindungan dan penjagaan-Mu itu sempurna.  Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami memohon. Amin. -HP

Bacaan Alkitab
1 Tawarikh 23-25