BUKTI MELALUI PERJUMPAAN
⁵bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. ⁶Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. ⁷Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. ⁸Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.
(1 Korintus 15)
Sempat terjadi sebuah obrolan terkait salah satu pihak yang mau bertemu dengan seseorang (sebut saja si Z) karena ia bermaksud mendiskusikan sesuatu. Lalu yang lain menimpali: “Ya tunggu saja sampai Z pulang dari Eropa.” Pihak pertama yang punya kepentingan menyatakan terimakasih untuk informasinya. Mendengar informasi itu pihak lain lagi berespon: “Z sudah pulang kok !”. Orang kedua mengatakan bahwa dia masih simpan WA – nya kalau akan balik Eropa 2 hari lagi. Pihak ke tiga kontan berespon: “Kemarin lho, aku sudah Lunch barêng sama Z, dan ini oleh² yang aku terima dari Z . . “ Info ini menuntaskan obrolan mereka soal si Z, dan pihak pertama berterima kasih untuk penegasannya. Kalau kita menyimak kembali 1 Korintus 15, yang topik utamanya menyoalkan kebangkitan orang mati, yang kaitannya dengan Kebangkitan Kristus maka bolehlah kita ajukan beberapa pertanyaan/ perenungan yang kaitannya dengan bacaan kita hari ini – perihal Yesus menampakkan kepada beberapa orang. Misalnya:
- Kalau kita berangkat dengan melihat surat secara urutan, maka seharusnya kisah perjumpaan Yesus dengan beberapa pribadi & pihak ini lebih dulu diutarakan, ketimbang keprihatinannya karena ada beberapa orang di antara mereka yang tidak percaya kepada kebangkitan (ayat 12). Maka seharusnya info² perjumpaan ini sebagai salah satu cara untuk meyakinkan orang² Korintus bahwa Yesus bangkit, karena secara fisik beberapa orang & pihak sudah berjumpa dengan-Nya.
- Kita agak mundur sedikit, apakah sebelumnya orang² Korintus pernah/ tidak pernah mendengar kisah kebangkitan Kristus? Melihat kembali ayat 12, maka secara tersurat maupun tersirat nampak kesan yang kuat bahwa Yesus yang bangkit itu sudah diberitakan kepada mereka. Lalu? Atau mungkin ada juga di antara mereka yang bermentalkan seperti Thomas, kalau tidak melihat/ berjumpa maka tidak percaya? Atau memang sebenarnya mereka tidak mau percaya dan betapa berpengaruhnya pemahaman anti kebangkitan yang sudah merasuk mereka.
Tidak dapat dipungkiri bahwa perjumpaan itu memberi & membawa dampak tersendiri membuat seseorang percaya dan diteguhkan. Atau se-tidak²-nya kisah perjumpaan itu membuat kita semakin yakin bahwa Yesus bangkit itu nyata yang menjadi peristiwa riil & historis. Di situlah salah satu satu dinamika kekristenan mula².
Refleksi:
Dinamika tersebut sesungguhnya belum berhenti & akan terus berlanjut. Sekalipun kita akui – hanya oleh anugerah TUHAN setiap kita menjadi percaya kepada Kristus sebagai TUHAN & Juruselamat sekalipun tidak pernah mengalami perjumpaan secara fisik, namun setiap kita sesungguhnya telah mengalami Personal Encounter dengan-Nya yang melahir-barukan setiap kita, bahkan ada orang² yang juga mengalami Power Encounter-Nya yang meyakinkan & meneguhkan – itu semua tidak menghentikan berbagai upaya dari pihak² anti kebangkitan untuk melakukan serangan yang membuat kita jadi ragu². Mintalah hikmat dari TUHAN agar IA melindungi kita sekalian. (jp)
Bacaan Alkitab
Matius 24
