KRUSIALITAS
KEBANGKITAN KRISTUS (1)

Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?
1 Korintus 15:12 (TB)

Kalau yang kami beritakan itu ialah bahwa Kristus sudah dihidupkan kembali dari kematian, mengapa ada dari antaramu yang berkata bahwa orang mati tidak akan dihidupkan kembali?
1 Korintus 15:12 (BIMK)

[Kita akan Bangkit dari Kematian] Kami memberitakan kepada setiap orang bahwa Kristus telah bangkit dari kematian. Jadi, mengapa beberapa di antaramu mengatakan, tidak ada kebangkitan dari kematian?
1 Korintus 15:12 (VMD)

Di minggu (week) ini topik yang diangkat untuk menjadi perenungan kita adalah Krusialitas Kebangkitan Kristus. Bila kita berangkat dari istilah Krusial, maka artinya penting, esensial, menentukan, gawat, atau genting. Istilah ini merujuk pada situasi atau hal yang sangat berpengaruh  atau menentukan hasil akhir. Mari kita renungkan bersama.

Sepintas kita merasa Paulus  mengutarakan kegelisahan/ keprihatinannya tatkala mendapati ada di antara orang yang dilayaninya meragukan/ tidak mempercayai adanya kebangkitan. Bila kita mencoba mengembangkan apa yang tertulis:

“ . . . ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati.“

Maka mungkin saja hal ini bisa menimbulkan alternatif dalam hal kita mengartikan, misalnya:

  1. Ada orang² di antara mereka yang tidak/belum percaya sekalipun Paulus telah memberitakan perihal kebangkitan ini kepada mereka.
  2. Ada orang² yang menghasut orang² di antara mereka untuk tidak usah/perlu percaya adanya kebangkitan – tentu saja dengan pengajaran² yang menyesatkan. Misal, dengan berbagai kemungkinan terkait pemahaman Saduki di antara para Yahudi Diaspora, sebagaimana kita tahu bahwa Saduki tidak mempercayai kebangkitan. Atau pengaruh filsafat² Yunani dengan mengingat konteks Korintus sebagai kota metropolitan dengan kiblat² filosofis yang bermunculan, yang mempengaruhi mereka untuk tidak percaya kepada kebangkitan.

Sekilas terasa nuansa yang bertendensi keheranan Paulus melihat kondisi ini, apalagi bila kita melihat rangkaian penulisannya, yang sebelumnya telah membeberkan sekian banyak bukti & saksi yang telah dijumpai oleh Yesus pasca kebangkitan-Nya, yang se-olah² hal tersebut tidak cukup & tidak sanggup meyakinkan orang² Kristen yang mendengar pemberitaan Paulus bahwa kebangkitan itu ada.

Bila kita berasumsi bahwa ada pihak² tertentu yang ingin mematahkan dan menghancurkan hal percaya kepada kebangkitan Kristus, justru itu menjadi tesis yang kuat di mata mereka bahwa kebangkitan Kristus menjadi faktor yang menentukan (krusial) kekristenan. Dengan kata lain: Kebangkitan Kristus diterima sebagai kebenaran maka kokohlah kekristenan; kebangkitan Kristus tidak diimani & dipercayai maka hancurlah kekristenan

Refleksi:

Apakah kita pernah menyadari bahwa salah satu karya Allah di dalam Yesus Kristus melalui kebangkitan-Nya memegang peranan yang amat penting & menentukan, bukan sekedar bagi kekristenan secara umum, tetapi bagi setiap kita secara personal  – yang membuat iman percaya kita tidak sia²?

Bila memang kita baru menyadarinya, lalu hal apa yang seharusnya menjadi respon kita? Akankah mempengaruhi cara kita menjalani hidup? (jp)

Bacaan Alkitab
Markus 13