DOA BAGI NEGERI: MENDOAKAN PARA PEMIMPIN
“pertama-tama aku menasehatkan: naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tentram dalam segala kesalehan dan kehormatan”
(1 Timotius 2:1-2)
Ketika berbicara tentang pemimpin bangsa, sering kali muncul berbagai tanggapan dalam hati kita. Ada yang mendukung, ada yang mengkritik, ada yang kecewa, bahkan ada yang kehilangan harapan. Namun sebagai orang percaya, Alkitab memberikan respons yang berbeda dari apa yang biasanya dilakukan dunia. Paulus menulis surat ini pada masa ketika pemerintahan yang berkuasa bukanlah pemerintahan Kristen. Bahkan dalam beberapa periode, orang-orang percaya mengalami tekanan dan penganiayaan. Namun Paulus tidak mengajarkan jemaat untuk membenci atau mengutuk para pemimpin. Sebaliknya, ia memerintahkan mereka untuk mendoakan para pemimpin. Perintah ini mengajarkan bahwa doa bagi pemimpin tidak bergantung pada apakah kita menyukai mereka atau tidak. Doa juga tidak bergantung pada kesamaan pandangan atau pilihan kita. Kita mendoakan mereka karena Tuhan memerintahkan kita untuk melakukannya. Memimpin sebuah bangsa bukanlah tugas yang ringan. Keputusan-keputusan yang diambil dapat memengaruhi jutaan orang. Karena itu para pemimpin membutuhkan hikmat, kejujuran, keberanian, dan takut akan Tuhan. Mungkin kita tidak dapat bertemu langsung dengan para pemimpin negara. Kita mungkin tidak memiliki akses untuk memberi nasihat kepada mereka. Namun ada satu hal yang dapat dilakukan setiap orang percaya: membawa mereka ke dalam doa.
Kita dapat berdoa agar Tuhan memberi hikmat kepada mereka dalam mengambil keputusan. Kita dapat berdoa agar Tuhan menjauhkan mereka dari korupsi, ketidakadilan, dan penyalahgunaan kekuasaan. Kita dapat berdoa agar mereka memiliki hati yang terbuka terhadap kebenaran dan kehendak Tuhan. Sering kali lebih mudah membicarakan kesalahan pemimpin daripada mendoakan mereka. Lebih mudah menyebarkan kritik daripada menaikkan syafaat. Namun firman Tuhan memanggil kita untuk menjadi umat yang berbeda. Doa bagi para pemimpin bukan berarti menyetujui setiap tindakan mereka.
Doa adalah pengakuan bahwa Tuhan sanggup bekerja dalam hati siapa pun dan bahwa Tuhan tetap berdaulat atas jalannya pemerintahan suatu bangsa. Melalui doa, kita menyerahkan para pemimpin kepada Tuhan yang memegang hati manusia di tangan-Nya. Kita percaya bahwa tidak ada jabatan yang terlalu tinggi untuk dijangkau oleh kuasa Tuhan, dan tidak ada persoalan bangsa yang terlalu besar bagi-Nya. Karena itu, daripada hanya menjadi pengamat keadaan bangsa, marilah kita menjadi pendoa bagi mereka yang Tuhan izinkan memimpin negeri ini.
Refleksi: Seberapa sering saya mendoakan para pemimpin bangsa dibandingkan membicarakan kekurangan mereka? Apakah saya sungguh percaya bahwa Tuhan dapat bekerja dalam hati para pemimpin melalui doa-doa umat-Nya?
Doa: Tuhan, kami berdoa bagi para pemimpin bangsa kami. Berikanlah kepada mereka hikmat, integritas, dan hati yang takut akan Engkau. Jagalah mereka dari segala bentuk ketidakadilan dan penyalahgunaan wewenang. Pakailah mereka untuk membawa kebaikan bagi masyarakat dan kemuliaan bagi nama-Mu. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin. (Yun).
Bacaan Alkitab
Ulangan 11-13
