KEDAULATAN ALLAH DI ATAS PEMERINTAHAN MANUSIA

“Berkatalah Daniel: ”Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan! Dia mengubah saat dan waktu, Dia memecat raja dan mengangkat raja, Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian; Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-Nya. Ya Allah nenek moyangku, kupuji dan kumuliakan Engkau, sebab Engkau mengaruniakan kepadaku hikmat dan kekuatan, dan telah memberitahukan kepadaku sekarang apa yang kami mohon kepada-Mu: Engkau telah memberitahukan kepada kami hal yang dipersoalkan raja.””
(Daniel 2:20-23)

Shalom saudara! Bayangkan sebuah papan catur dengan pemainnya. Terkadang kita berpikir, mengapa seorang pemain rela mengorbankan ratunya? Mengapa ia membiarkan bidaknya diambil lawan? Sekilas, keputusan-keputusan itu terlihat seperti sebuah kesalahan. Namun, pemain tersebut melihat jauh lebih ke depan. Ia telah memperhitungkan puluhan langkah berikutnya. Langkah demi langkah dimainkan, ternyata pemain catur memenangkan pertandingan. Apa yang tampak sebagai kesalahan diawal ternyata merupakan bagian dari strategi untuk meraih kemenangan pada akhirnya.

Seringkali kita berpikir bahwa keadaan dunia ini berjalan dengan sendirinya. Allah yang kita percaya nampak tidak bekerja ataupun berdaulat. Namun Daniel dalam ayat yang telah kita baca memperlihatkan sebaliknya, bahwa Allah berdaulat atas segala sesuatunya. Allah yang berdaulat itu tidak dibatasi oleh waktu tertentu–zaman Daniel saja. Tetapi Dia berdaulat dari masa ke masa, selama-lamanya sampai selama-lamanya. Allah yang berdaulat itu memegang kendali apa yang terjadi diatas bumi ini. “Dia mengubah saat dan waktu; Dia memecat dan mengangkat raja,” siapakah yang dapat melakukannya selain Allah yang berdaulat atas segala sesuatunya?

Begitupun dengan kita, dimata kita sepertinya Allah tampak tidak berdaulat karena problema yang tidak kunjung selesai. Bertahun-tahun berdoa tapi tidak ada perubahan. Pergumulan terus datang silih berganti. Rasanya berat untuk mengatakan bahwa hidup kita aman. Tapi firman Tuhan pagi hari ini mengingatkan kita bahwa Dia tetaplah Allah yang berdaulat. Apa yang terjadi sekarang tidak berarti Dia telah melakukan kesalahan, Dia tidak pernah salah. Keadaan yang kita alami saat ini pun tetap didalam rencana-Nya. Dia tetap memegang kendali dan berdaulat atas segala sesuatu yang terjadi di Bumi. – Albèrt Christian

Doa: Tuhan, ajar kami untuk percaya bahwa apa yang kami alami saat ini tetap memperlihatkan bahwa Engkau berdaulat atas segala sesuatunya.

Bacaan Alkitab
Ulangan 24-27