PENGORBANAN YANG TAK TERLIHAT
“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”
(1 Korintus 15:58)
Sering kali kita merasa bahwa nilai dari sebuah pekerjaan ditentukan oleh seberapa besar apresiasi yang kita terima dari orang lain. Di dunia yang serba memamerkan pencapaian, pengorbanan yang dilakukan di balik layar seperti doa yang tak terdengar, pelayanan yang tak terlihat, hingga kesabaran yang tak dipuji dan sering kali juga dianggap sepi dan tidak berarti. Namun, melalui 1 Korintus 15:58, Rasul Paulus memberikan perspektif yang berbeda. Ia memanggil kita untuk berdiri teguh dan jangan goyah, sebuah ajakan untuk memiliki iman yang kokoh seperti batu karang. Kita diingatkan agar tidak membiarkan semangat kita naik-turun hanya karena pengakuan manusia, melainkan tetap stabil karena kita tahu kepada siapa kita mengabdi. Keteguhan hati ini haruslah membuahkan tindakan nyata, yaitu untuk selalu giat dan tekun dalam pekerjaan Tuhan. Tekun berarti konsisten memberikan yang terbaik, bahkan saat rasa lelah menyapa atau saat hasil yang kita harapkan belum kunjung terlihat. Pekerjaan Tuhan bukanlah sekadar aktivitas di mimbar, melainkan setiap tindakan kasih, kejujuran di tempat kerja, dan pengorbanan waktu bagi sesama yang dilakukan dengan tulus. Kita diajak untuk tidak menjadi jemu dalam berbuat baik, karena setiap jerih payah yang dilakukan dalam persekutuan dengan-Nya memiliki bobot kekekalan yang luar biasa.
Pada akhirnya, penghiburan terbesar kita terletak pada janji bahwa Tuhan memperhitungkan segalanya. Tidak ada satu pun pengorbanan yang luput dari pandangan-Nya; bagi Tuhan, tidak ada istilah “sia-sia.” Meskipun dunia mungkin melupakan jasa kita, Tuhan sedang merangkai setiap ketaatan kecil kita menjadi sesuatu yang berharga di surga. Ketika kita menyadari bahwa Tuhan adalah pemberi upah yang paling setia, maka “pengorbanan yang tak terlihat” bukan lagi menjadi beban, melainkan sebuah kehormatan. Mari terus melangkah dengan keyakinan bahwa di mata-Nya, kesetiaan kita jauh lebih berharga daripada sekadar tepuk tangan manusia.
Di dalam Kolose 3:23-24 di sana berkata “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya. Lakukan dengan segenap hati, jiwa, tubuh dan semua yang ada pada kita untuk melayani-Nya. Yakinlah, bahwa Tuhan tidak akan memberikan sebuah tanggungjawab diluar batas kemampuan kita. (Ir)
Doa: Kami bersyukur dan berterimakasih atas firman Tuhan pagi ini yang mengajarkan kami, untuk tetap setia melayani Tuhan, karena itulah yang menjadi kerinduan setiap kami sebagai orang percaya kepada-Mu.
Bacaan Alkitab
Nahum
