WHO IS THE BIG ONE? (VERSI DUNIA)

Terjadilah juga pertengkaran di antara para rasul mengenai siapa yang dapat dianggap terbesar di antara mereka. Yesus berkata kepada mereka, “Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung.
(Lukas 22:24-25, TB2)

Pilpres di berbagai negara selalu menjadi moment yang seru. Melalui kampanye, para calon presiden dan wakilnya yang berusaha menunjukkan bahwa mereka layak untuk dipilih menduduki kursi nomor satu dalam sebuah negara. Banyak orang ingin menduduki posisi pimpinan teratas karena tentu saja ada banyak keuntungan yang bisa diraih.

Tuhan Yesus menjalankan pelayanan-Nya di dunia pada zaman Kekaisaran Romawi. Pada zaman itu ada relasi “patron-klien” dalam tatanan masyarakat. Patron adalah orang-orang kaya, pejabat daerah, bangsawan. Mereka adalah orang yang berkuasa. Para patron ini memberikan perlindungan fisik & hukum kepada kliennya. Mereka juga memberikan bantuan finansial ataupun tanah, baik itu meminjamkan atau memberikannya kepada klien mereka. Di sisi lain, para klien adalah penerima bantuan dari patron mereka. Para klien ini harus memiliki kesetiaan yang total dan permanen kepada patronnya. Dalam dunia politik, mereka harus mendengarkan pidato patron mereka, menyetujuinya, bahkan memberikan suara untuk mendukung patorn mereka dalam pemilu. Dalam keseharian, mereka harus menyambut patron mereka di rumah, memberikan salam harian karena setelah itu patron akan memberikan hadiah untuk mereka. Dalam relasi ini para patron menciptkan ketergantungan dari klien mereka kepada para patron. Maka dari itu, para patron ini berhak memilih klien yang mereka anggap mampu membalas kebaikan mereka. Hubungan ini adalah hubungan timbal balik yang tidak setara, di mana status patron lebih tinggi daripada status klien.

Kata “pelindung-pelindung” yang Tuhan Yesus maksudkan dalam nats mengacu kepada para patron di zaman kekaisaran Romawi. Status mereka ditentukan dari berapa banyak klien yang mereka miliki. Tanpa sadar kita bisa berlaku seperti para pelindung itu. Kita memanfaatkan kebaikan kita kepada orang lain agar orang lain membalas kebaikan kita. Kita berusaha menempatkan diri kita sedemikian pentingnya agar kita diakui, dihormati oleh orang-orang yang berada di sekitar kita atau dalam angapan kita “di bawah kita.” Kita berusaha menjadi yang terbesar, meraih posisi tertinggi dengan menunjukkan kehebatan kita agar kita dapat mempengaruhi orang lain untuk memenuhi ambisi kita.

Sayangnya, ini bukanlah yang Tuhan Yesus ajarkan kepada para murid-Nya dan juga kepada kita. Jikalau kita mendapati diri kita di hadapan Tuhan berpikir, bertindak, dan bertutur seperti para patron itu, mari kita mohon pengampunan Tuhan. -VA

Doa: Tuhan, ampunilah kami yang sering kali meninggikan dan membesarkan diri kami. Kristus, ampunilah kami yang menolong sesama kami dengan pamrih. Tuhan, ampunilah kami. Amin.

Bacaan Alkitab
Zefanya 1-3