LEGACY BOLEH DITOLAK?

Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
(Yohanes 15:13-16)

Seperti biasanya, Gembala Jumat selalu hadir untuk menjadi sebuah refleksi melalui Penelaahan Alkitab secara pribadi bagi setiap kita. Tentu saja masih ada kaitannya dengan topik kita di minggu ini, yakni LEGACY. Setelah kita memaknai keluasan istilah ini dan melahirkan konsekuensi² yang memberatkan kita dan sangat berisik secara kemanusiaan & keduniawian kita, mungkin terbersit dalam benak kita, apakah mungkin kalau legacy ini ditolak saja. Mari kita lihat kembali sebuah jabaran penjelasan tentang legacy, yang menyebutkan bahwa Legacy bisa dimaknai dengan  istilah lain: Warisan, Pusaka, atau sesuatu yang baik yang ditinggalkan oleh yang terdahulu untuk generasi berikutnya. Legacy tidak saja dan selalu bersifat material, tetapi bisa bersifat non material, bahkan jejak² positif yang perlu diikuti.

Berkenaan dengan PA pribadi kita, saya menambahkan bacaan kita dari salah satu surat Paulus, demikian:

³Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. ⁴Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. ⁵Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, ⁶supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. (Efesus 1)

Dalam Purpose Driven Life yang kita pelajari bersama di 2006, mungkin kita masih mengingat apa yang dituliskan oleh Rick Warren yang mengatakan bahwa kita kan dilahirkan di mana, dalam keluarga seperti apa, dalam etnis apa, sebagai gender laki atau perempuan, dan lain sebagainya – itu di luar dari kendali kita. Kita tidak bisa meminta mau lahir sebagai etnis tertentu. Semua ada di dalam pengaturan dan kedaulatan-Nya.

Berdasarkan hal di atas, dan melihat kembali bacaan kita baik di Injil Yohanes & Efesus – khususnya bagian² yang telah di-underline maka lihatlah pertanyaan² di bawah ini:

  1. Apakah Legacy itu bisa/boleh ditolak?
  2. Kalau bisa, bagaimana caranya?
  3. Apa konsekuensi nya, khususnya akan memberikan konfirmasi positioning seperti apa?
  4. Bila tidak bisa ditolak, maka apa yang harus menjadi respon kita sebagai penerima legacy tersebut?

TUHAN memberkati kita sekalian. (jp)

Bacaan Alkitab
Kolose, Filemon