TIDAK MUNGKIN TERSEMBUNYI
POSISI TERANG
“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.
(Matius 5:13-16)
Tidak lama sebelum masa pandemi, saya mencari jalur alternatif bila akan berkendara (mobil atau motor) ke Jawa. Dulu lebih banyak mengambil jalur selatan (lewat kota Negara), tetapi kemudian berpindah menggunakan jalur tengah (Bedugul, Munduk, Seririt, Gerokgak . . . Gilimanuk) dengan alasan kenyamanan berkendara. Sekali waktu ketika pulang ke Denpasar akhirnya saya memutuskan lewat Singaraja ketimbang Munduk dengan alasan menghindari kabut yang lebih tebal, jalan lebih lebar dan kelokan tidak setajam Munduk, dan adanya cahaya lampu proyek jalan di ketinggian yang bisa dijadikan patokan/ arahan perjalanan kita yang meluncur dari Singaraja menuju puncak Bedugul.
Mungkin banyak di antara kita yang memiliki pengalaman yang sama tatkala melakukan perjalanan di malam hari dan melintasi dataran tinggi, perbukitan atau pegunungan. Pancaran sinar lampu dari rumah² penduduk di kejauhan memberikan pertolongan arahan sekaligus kenyamanan hati.
Hari ini kita mencoba merenungkan bahwa gambaran kota yang tidak tersembunyi itu ya memang tidak dapat disembunyikan, itu karena posisi-nya – terletak di atas gunung. Kita mungkin bisa mengartikan bahwa ini hanyalah kiasan yang Yesus pakai untuk menggambarkan esensi terang yang memang tidak bisa disembunyikan, seperti kota di atas gunung. Dan ini dipertegas lagi secara posisi dengan meletakkan pelita di atas kaki dian. Bukan kota di lembah atau meletakkan pelita di bawah gantang.
Tidak ada salahnya bila kita mencoba untuk semakin memahami perenungan bila melihat hidup kita dari sisi posisi. Posisi apa dan di mana TUHAN meletakkan kita? Apa yang bisa kita lakukan dan kerjakan di posisi² kehidupan kita ini? Ada pendapat yang mengatakan bahwa kehidupan orang kristen menjadi semacam MAGNET yang menarik perhatian orang² di sekitarnya. Bila memang demikian, bukankah ini selalu menjadi posisi yang strategis untuk kita menyatakan identitas sebagai garam & terang. Dengan cara apa? Baca kembali bacaan di atas, khususnya ayat 16 – melakukan perbuatan yang baik.
Tuhan Yesus memberkati kita sekalian. (jp)
Bacaan Alkitab
Yeremia 45-46
