BEKERJA MENUJU PEMULIHAN SEUTUHNYA
Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.
(Wahyu 21:2-3)
Ada sebuah pandangan tradisional tentang akhir zaman di mana kita akan meninggalkan bumi yang rusak untuk diangkat menuju sorga spiritual. Tak jarang pandangan ini menimbulkan ketakutan yang mengerikan—‘bagaimana jika aku termasuk orang-orang yang akan ditinggal di dunia yang rusak ini dan tidak ikut diangkat waktu peristiwa rapture (pengangkatan) nanti?’ Namun pembacaan yang lebih teliti menyadarkan kita bahwa visi akhir Alkitab bukanlah kita terbang ke surga, tetapi Kota Allah (Yerusalem Baru) turun ke bumi. Allah memulihkan hubungan-Nya dengan umat manusia di tengah ciptaan yang diperbarui.
Visi ini memberikan implikasi yang jauh berbeda; tubuh kita akan dibangkitkan, bukan ditinggalkan. Ciptaan material akan ditebus, bukan dibuang. Visi ini memberi kita harapan dan motivasi. Pelayanan kita bagi kota saat ini adalah preview atau tanda dari pemulihan sempurna yang akan datang. Setiap upaya kita untuk membawa keadilan, penyembuhan, dan keindahan adalah partisipasi dalam karya penebusan Allah bagi seluruh ciptaan. Church for the City adalah upaya untuk mewujudkan shalom—keutuhan, kesejahteraan, harmoni, di mana segala sesuatu berfungsi sesuai tujuan penciptaannya (Yesaya 65:17-25). Bisakah kita melihat dengan kaca mata ini? Memberi makan orang lapar bukan hanya ‘kerja sosial’ tapi tanda perjamuan Anak Domba. Menanam pohon bukan hanya ‘gerakan hijaukan kota’ tapi antisipasi Eden yang dipulihkan. Penanganan masalah sampah kota adalah tanda pemulihan ciptaan. Pelayanan Klinik Kesehatan adalah tanda pemulihan tubuh di dalam Kristus. Mendamaikan dua tetangga yang bertengkar bukan hanya ‘mediasi’ tapi preview rekonsiliasi semesta. Pelayanan kita bagi kota—seberapa pun kecilnya—memiliki makna kekal.
Ini menghilangkan kelelahan dan keputusasaan. Ketika kita lelah melayani kota, visi pemulihan akhir memberikan energi baru; kita bukan hanya ‘memperbaiki yang rusak’ tapi ‘membangun untuk kekekalan’. Gereja adalah koloni sorgawi yang sudah hidup dan mempraktikkan visi Kerajaan Allah di sini, saat ini. Akhirnya, setiap pelayanan kota yang kita lakukan hari ini adalah seperti benih yang akan bertunas, tumbuh dan berbuah dalam pemulihan Allah yang sempurna. Kita menanam dengan air mata, tapi akan menuai dengan sorak sorai. Kota kita mungkin rusak saat ini, tapi mereka memiliki masa depan kemuliaan karena Allah berkomitmen memulihkan segala sesuatu. (Dan)
Bacaan Alkitab
Yehezkiel 11-12
