IMAMAT DI DUNIA MARKETPLACE

Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.
(Kolose 3:23-24)

Ayat di Kolose ditulis untuk para budak dan tuan dalam konteks kerja sehari-hari. Konteks yang lebih luas mengingatkan kita pada Yeremia 29, di mana umat Allah dipanggil untuk membangun rumah, berkebun, dan mengusahakan kesejahteraan kota Babel—bukan menarik diri. Tempat kerja kita adalah ‘Babel’ atau ‘pasar’ modern di mana Tuhan menempatkan kita. Ini adalah arena iman utama bagi sebagian besar orang percaya. Dari perspektif teologi Injili, tidak ada dikotomi antara pekerjaan ‘rohani’ dan ‘duniawi’. Setiap pekerjaan yang halal (yang membangun, melayani, mencipta, mengelola) adalah panggilan (vokasi) dari Tuhan. Ketika kita menulis laporan, merawat pasien, mengajar siswa, membangun rumah, atau berdagang dengan integritas, kita sedang memenuhi mandat budaya untuk mengelola bumi dan mencerminkan gambar Allah. Kita adalah imam-imam di altar kantor, pabrik, toko, dan pasar kita. Injil diberitakan ketika kita menghidupi

  • Integritas Tanpa Kompromi: Di lingkungan yang penuh kompetisi dan godaan, kejujuran kita adalah terang yang kuat. Menjadi orang yang dapat dipercaya.
  • Keunggulan dan Pelayanan: Bekerja “dengan segenap hati” berarti menghasilkan karya terbaik, bukan untuk pujian atasan, tetapi sebagai persembahan bagi Kristus. Melayani rekan kerja dan klien dengan sikap Kristus.
  • Bijak dalam Hubungan: Membangun hubungan yang autentik. Mendengarkan pergumulan rekan kerja, merayakan sukacita mereka, dan siap membagikan pengharapan yang kita miliki ketika ada kesempatan (1 Petrus 3:15).
  • Melihat Melalui Lensa Pelayanan: Pekerjaan kita membiayai pelayanan, menyediakan kebutuhan keluarga, menciptakan produk/jasa yang melayani kota, dan membuka pintu bagi penginjilan relasional.

Church for the City akan paling terlihat ketika anggotanya tersebar sebagai agen-agen Kerajaan Allah di setiap sektor kota. Ketika kita menghidupi iman di marketplace, kita tidak hanya mencari ‘roti’ (nafkah), tetapi juga menjadi saluran di mana ‘Roti Hidup’ (Yohanes 6:35) bisa dinikmati banyak orang melalui karakter, kompetensi, dan kasih kita. Tempat kerjamu adalah ladang misimu. Rekan kerjamu adalah jemaatmu sehari-hari. (Dan)

Bacaan Alkitab
Yehezkiel 9-10