ALASAN 1: ANUGERAH

¹⁴Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus. ¹⁵Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,” dan di antara mereka akulah yang paling berdosa. ¹⁶Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal. ¹⁷Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.
(1 Timotius 1)

Saya ingin mengajak jemaat untuk melihat kemajuan teknologi yang dapat menolong kita memahami lebih banyak dan lebih luas; mari kita Googling dan menanyakan kepada A.I. apa arti ALASAN. Ini jawabannya:

ALASAN adalah dasar, landasan, motif, atau penjelasan yang melatarbelakangi seseorang melakukan sesuatu, berpikir, atau mengambil keputusan. Dalam KBBI, alasan berarti dasar (asas, hakikat), dasar bukti untuk menguatkan pendapat, atau faktor pendorong tindakan. Ini menjawab pertanyaan “mengapa” suatu kejadian terjadi atau tindakan diambil.

Secara lebih detail, ALASAN memberikan  pengertian dan implikasi lain:

  • Dasar atau Motif: Pendorong utama seseorang melakukan tindakan tertentu.
  • Alasan (Reason): Penjelasan subjektif atau motif mengapa seseorang bertindak.
  • Alasan berbeda dengan “dalih” atau “kilah” yang cenderung dibuat-buat, sedangkan alasan sebenarnya cenderung organik.

Lalu bagaimana dengan PELAYANAN? Apakah selalu ada alasan yang melatarbelakanginya? Kita lihat sejenak penjelasan dalam sinopsis bulan Februari ini yang menuliskan:

Namun pelayanan/ melayani itu sendiri selalu muncul/ timbul dari sebuah alasan yang melatarbelakangi – yang mungkin dapat diidentikkan dengan motivasi. Di sinilah kesungguhan, ketulusan, kemurnian sebuah pelayanan akan terlihat dan akan mempengaruhi  kedaya-tahanan tatkala melintas waktu, situasi dan kondisi.

Kalau kita memperhatikan apa yang dituliskan Paulus kepada Timotius, kita akan menemukan sebuah pengalaman rohani yang sangat luar biasa yang melatarbelakangi pelayanan Paulus dengan totalitas hidupnya yang dipersembahkan kepada TUHAN. Paulus menyebutkan kasih karunia TUHAN telah dikaruniakan kepadanya dengan Iman & Kasih dalam Yesus Kristus. Sekilas seharusnya kita bisa memahami apa yang diutarakan oleh Paulus ini, dimana ia menyadari & menemukan jati dirinya sebagai orang yang paling berdosa, namun justru dijadikan TUHAN sebagai contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya. Dengan kata lain, Allah menjadikan Paulus alat di tangan-Nya.

Tidak berlebihan bila kita menyebut Spiritual Experience yang dialami oleh Paulus ini sebagai Grace/Anugerah – Kasih Karunia yang Dikaruniakan. Inilah yang menjadikan Paulus melayani TUHAN. ANUGERAH. (jp)

Bacaan Alkitab
Yehezkiel 44-46