ALASAN 2: ANUGERAH
⁹Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. ¹⁰Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.
(1 Korintus 15)
Kalau dalam perenungan Gembala kemarin ada satu istilah yang bisa dijadikan kata² kunci: Paling Berdosa, maka pada hari ini kita juga menemukan kata kunci yang selaras & sepadan, yakni: Paling Hina.
Kalau kita mencoba memaknai kata Paling, maka diartikan sebagai sebuah ungkapan yang menggambarkan sebuah tingkatan atau level yang tertinggi, sebuah tingkatan yang melampaui. Contoh: Paling Besar, berarti tidak ada yang lebih besar dari subyek yang disebutkan; Paling Pendek berarti semua lebih tinggi dan dia-lah yang terpendek. Berdasarkan pengartian seperti ini silahkan kita maknai apa tang disebut Paulus dengan dirinya sebagai yang Paling Berdosa dan Paling Hina.
Tetapi justru dari identitas seperti ini Paulus mengontraskan dengan apa yang kemudian menjadi sangat luar biasa, yakni:
- Paling Berdosa – karena Anugerah – dijadikan TUHAN sebagai Contoh
- Paling Hina – karena Anugerah – menjadi Rasul Allah yang mengabarkan Injil & memenangkan jiwa bagi orang² non Yahudi.
Ada sesuatu yang menransisi posisi & kondisi Paulus. Apa itu? Ya, ANUGERAH. Lagi² Anugerah.
Kembali saya mengajak jemaat untuk melihat rujukan, apa yang dikatakan oleh A.I. tentang ALASAN orang melayani TUHAN, apakah Anugerah termasuk di dalamnya.
A.I. – Alasan/Motivasi utama melayani Tuhan adalah respons kasih atas anugerah keselamatan, rasa syukur atas kebaikan-Nya, dan kerinduan memuliakan nama-Nya, bukan untuk mencari pujian manusia atau imbalan materi. Pelayanan sejati lahir dari hubungan intim dengan Tuhan, dilakukan dengan ketulusan hati, ketaatan, dan sepenuh hati, serta bertujuan menjadi saksi Kristus yang berdampak bagi sesama.
Berikut adalah poin-poin motivasi dalam melayani Tuhan:
- Respons Kasih dan Syukur: Melayani karena menyadari besarnya pengorbanan Kristus di kayu salib.
- Wujud Ketaatan dan Iman: Melayani sebagai bentuk tunduk pada otoritas-Nya, mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
- Memuliakan Tuhan: Tujuan utamanya adalah membawa kemuliaan bagi nama Tuhan dalam setiap aspek kehidupan, baik di dalam maupun di luar gereja.
- Ketulusan Hati: Melayani dengan hati yang murni, bukan setengah hati atau mendua hati.
- Menjadi Duta Kristus: Mewakili Kristus di dunia untuk membawa terang bagi orang lain.
- Kesetiaan: Melayani dengan setia hingga akhir sebagai respons atas panggilan-Nya.
- Melayani Tuhan dengan motivasi yang benar akan membawa sukacita, sementara motivasi yang salah—seperti mencari popularitas atau jabatan—akan menimbulkan kekecewaan
Kiranya perenungan hari ini memberkati, dan meneguhkan bagi setiap kita yang sedang menggumulkan untuk mengambil keputusan untuk melayani TUHAN. (jp)
Bacaan Alkitab
Yehezkiel 47-48
