ALASAN 3: ANUGERAH
⁴Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” ⁵Jawab Saulus: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya: “Akulah Yesus yang kauaniaya itu. ⁶Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.”
¹⁰Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: “Ananias!” Jawabnya: “Ini aku, Tuhan!” ¹¹Firman Tuhan: “Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, ¹²dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.” ¹³Jawab Ananias: “Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. ¹⁴Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu.” ¹⁵Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. ¹⁶Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.”
(Kisah Para Rasul 9)
Perenungan kita hari ini masih tentang Paulus dan pelayanannya, khususnya untuk mengetahui apa yang menjadi ALASAN Paulus melayani TUHAN. Hanya saja, bacaan² sebelumnya berdasarkan tulisan/ surat² Paulus yang dikirimkan kepada pribadi (Timotius) & jemaat² (Filipi & Korintus) yang dilayani-nya. Hari ini kita akan membaca apa yang dikisahkan oleh Lukas (Penulis Kisah Para Rasul) tentang Saulus, yang kemudian disebut dengan Paulus. Bahkan bukan sekedar pengkisahan yang dilakukan Lukas, tetapi perkataan Yesus sendiri yang disampaikan baik kepada Saulus, maupun kepada Ananias.
Perhatikanlah tulisan² yang dicetak merah, sebagai ungkapan/perkataan Yesus, demikian:
- Ayat 5: “Akulah Yesus yang kauaniaya itu.
- Ayat 15: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.
Mari kita bandingkan 2 (dua) perkataan Yesus ini. Secara manusiawi kita akan menganggap bahwa hal ini adalah kemustahilan. Mengapa? Karena bagaimana mungkin sang penganiaya diberikan kepercayaan oleh yang teraniaya sebuah kepercayaan untuk mengabarkan nama-Nya. Sekali lagi secara manusiawi: Tidak Masuk Akal.
Hal yang Tidak Masuk Akal ini (akan) menjadi Masuk Akal secara Illahi. Secara sederhana kita bisa menyimpulkan bahwa apa yang dilakukan Yesus menandakan sifat-Nya dalam keIllahian-Nya. Bahkan dari sisi kepercayaan, apa yang dilakukan Paulus bukan sekedar dalam lingkup keyahudiaannya saja, tetapi bagi bangsa² lain. Dengan demikian kita tahu bahwa Paulus menjadi rasul bagi bangsa² lain itu bukan karena mau²-nya Paulus, melainkan berdasarkan apa yang dikehendaki Yesus Tuhan.
Bila kita diminta untuk mengungkapkan apa yang dilakukan oleh Yesus kepada Saulus: Penganiaya menjadi Pemberita dengan satu kata, kira² kata/istilah apa yang tepat, yang cukup mewakili? Bagi saya kata yang tepat adalah Anugerah. Yesus begitu ber-anugerah kepada Saulus, menjadikan si penganiaya-Nya menjadi mandataris kepercayaan-Nya bagi bangsa² lain.
Saya berharap anda tidak bosan tatkala disajikan apa yang menjadi ALASAN Paulus melayani selalu jawabannya: Anugerah. Bahkan ketika kita mendapati alasan seseorang melayani TUHAN dengan meniadakan Anugerah, maka alasan tersebut patut dicurigai.
Refleksi:
Bagi setiap kita yang telah melayani TUHAN, apakah Anugerah Allah sebagai Alasan anda untuk melayani-Nya? (jp)
Bacaan Alkitab
Daniel 1-3
