YANG MELAYANI

Namun, kamu janganlah demikian. Yang terbesar di antara kamu … pemimpin menjadi seperti pelayan. Sebab, siapakah yang lebih besar: Yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Namun, Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.
(Lukas 22:26-27 (TB2))

Ketika mereka sedang makan bersama, … Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain linen dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah baskom dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat di pinggang-Nya.
(Yohanes 13:2,4-5)

Kita semua tidak suka dengan pemimppin yang NATO (No Action, Talk Only – Tidak ada tindakan, hanya bicara). Tidak demikian dengan Tuhan Yesus. Ia adalah pemimpin yang bertindak.

Pada zaman Tuhan Yesus, ketika orang masuk ke rumah dari perjalanan, maka budak yang ada dalam rumah itu akan mencuci kaki orang yang akan masuk ke rumah. Pada waktu Tuhan Yesus dan para murid hendak makan bersama, tidak ada seorang pun yang mencuci kaki mereka. Akhirnya mereka langsung masuk ke rumah dan makan. Pada saat itu, mungkin juga sejak dalam perjalanan, Tuhan Yesus memperhatikan para murid-Nya yang sibuk bertengkar untuk menunjukkan diri sebagai yang terbesar.

Pertengkaran tersebut mungkin mirip dengan pertengkaran di zaman sekarang: “Saya ketua panitianya, saya yang berhak mengatur,” “Saya ketua sinodenya, semua pelayanan harus berjalan sesuai dengan yang sudah saya tentukan.” “Saya direktur di sini, semua harus tunduk dan tidak boleh ada yang melawan keputusan saya.”

Akhirnya ketika Tuhann Yesus dan para murid sedang makan, Tuhan Yesus menunjukkan keberadaan diri-Nya sebagai seorang pelayan dengan mengambil pekerjaan budak itu, yaitu mencuci kaki para murid. Saudara bisa bayangkan kalau saat itu kita adalah salah satu di antara para murid? Tentu rasanya malu sekali. Karena sebelumnya kita sibuk-sibuk membesarkan diri, lalu melihat Sang Guru Agung kita justru merendahkan diri-Nya. Tuhan Yesus pun kemudian menasihatkan para murid agar mereka pun hidup saling melayani sebagaimana yang sudah Ia teladankan. Mari kita bersama-sama menjadi pelayan yang bertindak. Kita tidak hanya meminta orang lain melaksanakan keinginan kita, tetapi kita juga mau merendahkan diri mendengar saran orang lain, melayani orang lain. Dengan rendah hati kita pro-aktif untuk saling melayani dalam rangka kita melayani Tuhan. -VA

Doa: Tuhan Yesus, tolong saya untuk menjadi pelayan-Mu yang bertindak dengan sungguh-sungguh dan dengan kerendahan hati. Tuhan tolong kami agar tidak menjadi membesarkan diri kami.

Bacaan Alkitab
Zakharia 5-7