MENGHARGAI YANG LEMAH DAN TERSEMBUNYI
Malahan justru anggota-anggota tubuh yang tampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan. Kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus, dan terhadap anggota-anggota kita yang kurang layak diperlihatkan, kita berikan perhatian khusus… supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.
(1 Korintus 12:22–25)
Hal lain yang harus dilakukan dalam rangka menciptakan harmoni dalam keberagaman tubuh Kristus adalah belajar menghargai anggota tubuh yang lain. Dalam 1 Kor. 12: 14 dituliskan bahwa tubuh terdiri dari banyak anggota yang diberikan tempat secara khusus oleh Tuhan (ay. 18). Dari sini kita mendapatkan kebenaran bahwa keberadaan kita dalam tubuh Kristus adalah penempatan yang diberikan oleh Tuhan kepada kita.
Berangkat dari kebenaran itu, kita perlu menyadari bahwa tidak ada satu pun anggota yang kebetulan ada di dalam tubuh Kristus. Setiap orang ditempatkan Allah dengan maksud dan fungsi tertentu. Jika Tuhan sendiri yang menyusun tubuh, maka meremehkan sesama anggota berarti meremehkan rancangan Allah.
Paulus menegaskan bahwa anggota yang tampaknya lemah justru “paling dibutuhkan.” Dunia menilai dari apa yang terlihat: panggung, suara, kemampuan berbicara, jabatan. Namun logika Kerajaan Allah berbeda. Dalam gereja, sering kali yang bekerja diam-diam—yang mendoakan, menyiapkan, melayani tanpa sorotan—justru menjadi penopang kehidupan bersama. Tanpa mereka, pelayanan bisa runtuh tanpa kita sadari.
Karena itu, menghargai bukan sekadar sikap sopan, tetapi tanggung jawab rohani. Kita dipanggil memberi perhatian, melibatkan, dan merawat satu sama lain. Bukan hanya menghormati yang menonjol, tetapi secara sadar mengangkat mereka yang tersembunyi. Di sinilah harmoni tercipta: ketika setiap anggota merasa diterima, dibutuhkan, dan diperhatikan.
Tujuannya jelas: “supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh.” Ketika ada yang diabaikan, maka muncul luka; ketika ada yang dihargai, kesatuan bertumbuh. Dan kesatuan inilah yang menjadi kesaksian bagi dunia bahwa kasih Kristus sungguh nyata di tengah kita.
Refleksi:
Siapa di sekitar saya yang selama ini pelayanannya jarang terlihat? Sudahkah saya menghargai dan mendukung mereka?
Doa: Tuhan, ajar aku melihat sesama dengan mata-Mu, menghargai setiap anggota, dan menjadi bagian yang membawa harmoni dalam tubuh-Mu. Amin (Jho)
