DARI “AKU MELAYANI” MENJADI “KITA DIUTUS”

Yesus mendekati mereka dan berkata, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.”
(Matius 28:18–20)

Dalam perenungan terakhir di Minggu ini saya ingin mengajak setiap kita untuk memahami lebih dalam lagi akan panggilan bermisi. Banyak orang Kristen berpikir seperti Elia yang berkata, “Hanya aku seorang diri saja” (1 Raj. 19: 10, 14). Bekerja layaknya Lone Ranger yang merasa bisa melakukan segala sesuatunya sendirian. 

Namun ketika kita membaca kembali amanat Tuhan dalam Matius 28:18–20, fokusnya ternyata bukan pada “aku melayani,” melainkan “kamu semua pergilah.” Amanat Agung tidak ditujukan kepada satu orang, melainkan kepada seluruh murid. Artinya, misi bukan proyek pribadi, tetapi panggilan bersama.

Sering kali tanpa sadar kita terjebak pada pola pikir individual: apa pelayanan saya, posisi saya, jadwal saya, pencapaian saya. Kita sibuk aktif, tetapi berjalan sendiri. Padahal Kerajaan Allah tidak dibangun oleh pahlawan tunggal, melainkan oleh tubuh yang bergerak bersama.

Yesus tidak berkata, “kerjakan sebanyak mungkin kegiatan,” tetapi “jadikan semua bangsa murid-Ku.” Jadi ukurannya bukan kesibukan, melainkan ketaatan pada tujuan misi. Pelayanan di dalam gereja seharusnya mempersiapkan kita untuk diutus keluar, bukan membuat kita nyaman di dalam.

Di sinilah perubahan cara pandang diperlukan:

dari aku melayani             kita diutus.

Dari kebanggaan pribadi  ketaatan bersama.

Dari aktivitas internal        dampak eksternal.

Ketika gereja melangkah bersama—saling melengkapi karunia, saling menopang, saling mendoakan—maka dunia melihat kesaksian yang utuh. Dan janji Tuhan menyertai bukan hanya individu, tetapi komunitas yang taat: “Aku menyertai kamu senantiasa.”

Refleksi: Apakah saya hanya sibuk melayani di dalam, atau siap diutus bersama keluar?

Doa: Tuhan, ubah hatiku dari sekadar pelayan yang aktif menjadi murid yang taat diutus bersama tubuh-Mu, demi kemuliaan nama-Mu. Amin. (Jho)

Bacaan Alkitab
Yohanes 4-5