MISI: PROGRAM ATAU PANGGILAN ALLAH?
Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” (Yoh.20:21)
Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus (Efesus 4:11-12)
Apakah misi itu merupakan sebuah program atau panggilan Allah? Jawaban dari pertanyaan tersebut memiliki implikasi yang penting terhadap bagaimana saya, Anda, dan gereja memandang dan mengerjakan misi Allah. Apabila misi dilihat sebagai sebuah program, maka saya, Anda dan Gereja pasti akan berhitung ulang, dan bisa jadi akan cenderung mengurangi (baik dana maupun kegiatan misi) atau bahkan akan menghapus program misi dari buku program gereja. Sebab pelayanan misi membutuhkan sumber daya yang besar. Baik sumber daya manusia-nya, waktu, tenaga, pikiran; bahkan secara budgeting, memerlukan dana yang besar. Jadi, bagaimana kata Alkitab mengenai misi?
Dalam bukunya berjudul “Hati Misi”, Bagus Surjantoro menjelaskan bahwa misi adalah isi hati Allah. IA telah mengutus Anak-Nya, yaitu Yesus Kristus, sebagai pendamaian bagi dosa manusia dan Juruselamat dunia (1 Yoh. 4:10, Yoh. 3:17, 1 Yoh. 4:14). Sama seperti Allah mengutus Anak-Nya, demikian juga Yesus mengutus murid-murid-Nya (Yoh. 20:21). Diutus untuk apa? Memberitakan Injil, kabar sukacita, kabar keselamatan ke seluruh dunia (Mat. 28:18-20, Luk. 16:15). Di dalam Lukas 24:48 menyebutkan: “kamu (murid-murid) adalah saksi dari semuanya ini.” Saksi yang memberitakan tentang Mesias yang menderita, mati di kayu salib, dan bangkit dari antara orang mati, memberikan pengampunan dan penebusan bagi orang berdosa. Hal yang sama ditegaskan di dalam Kisah Para Rasul 1:8 yang mengatakan: “kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, seluruh Yudea, Samaria, sampai ke ujung bumi. Dalam surat Efesus, Paulus menerangkan bahwa Allah memanggil para rasul, nabi, pemberita injil, gembala, pengajar, dan semua orang kudus untuk pekerjaan pelayanan dan pembangunan tubuh Kristus (misi). Jadi jelas, Alkitab menegaskan bahwa misi adalah panggilan hidup saya, panggilan hidup Anda, dan panggilan gereja.
Don Everts dalam bukunya menjelaskan bahwa Yesus tidak hanya puas dengan hanya menjadi Juruselamat kita, tetapi mau menjadi Tuhan kita. Yesus tidak hanya puas jika kita hanya mengenal jawaban-jawaban yang benar tentang iman, akan tetapi IA ingin kita benar-benar hidup oleh iman. Yesus juga tidak hanya puas ketika kita mengalami karya Allah (diampuni, dipulihkan, diselamatkan, mengalami kesembuhan, dipelihara dengan berkat-berkat secara jasmani, dll). Akan tetapi IA mau kita terlibat dalam karya-Nya di dunia (sebagai saksi dan agen kerajaan-Nya). Dengan kata lain, IA memangil setiap orang percaya untuk BERMISI.
Doa dan komitmen: Tuhan mulai hari ini, saya rindu terlibat dalam pelayanan misi. Mampukan saya untuk menjadi saksi dan agen kerajaan-Mu. (Mas Git)
Bacaan Alkitab
Yohanes 7-8
