SINERGI DAN KOLABORASI DALAM MISI ALLAH

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
(Kisah Para Rasul 1:8)

Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman.” 
(Kisah Para Rasul 6:3-4)

Apabila Anda naik pesawat dan duduk di dekat jendela pesawat, maka Anda dapat melihat ke bawah, pada dunia Allah yang berada di bawah pesawat. Pada saat Anda melihat dunia Allah dari dalam pesawat, coba ingat yang ditulis Lukas dalam Kisah Para Rasul 1:8 yang berkata: “Kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Kemudian bacalah yang ditulis dalam Matius 28:18-19 Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku…”

Perhatikan kata “pergilah” dan frasa “sampai ke ujung bumi”, apa yang Anda pikirkan ketika membaca dan mendengar kata tersebut? Dalam konteks saat itu, Yesus mengatakan hal tersebut kepada para murid, yang adalah orang Galilea. Penduduk lokal, para pria sederhana dari kota kecil. Mengapa Yesus mengirim mereka ke sana? Untuk pergi, melangkahkan kaki mereka ke dunia Allah, sebuah ladang misi yang terbesar. Saya berimajinasi, sontak para murid pada waktu itu saling pandang, dan berkata satu dengan yang lainnya: “apakah ini serius, Guru tidak bercanda kan, sepertinya ini sulit dan mustahil, kita tidak akan sanggup, sebab tidak tahu dimana ujung bumi itu.”

Memang benar, pelayanan misi itu tidaklah mudah, jangkauan geografis yang luas membutuhkan sumberdaya yang besar (baik SDM, dana, waktu, tenaga, pikiran, dll). Oleh sebab itulah diperlukan sinergi dan kolaborasi untuk mengerjakan misi Allah. Beberapa contoh bentuk sinergi dan kolaborasi pelayanan jemaat mula-mula, misalnya: para rasul mulai melibatkan kaum awam untuk menjadi diaken (Kis. 6); jemaat menjadi pendoa syafaat untuk pelayanan misi yang dikerjakan para  rasul (Kis. 12:5); Petrus berkolaborasi dengan Yohanes (Kis. 3:1, 4:1); Barnabas mengajak Saulus dalam pelayanannya ke Antiokhia (Kis. 11:25). Bahkan Paulus juga tidak sendirian dalam menjalankan misi Allah, ia membentuk tim dalam pelayanan misinya. Sebab, ia sadar bahwa misi Allah tidak mungkin dikerjakan sendirian. Harus ada sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, dengan demikian misi Allah dapat dikerjakan lebih maksimal, sampai ke ujung bumi.

Apabila kita parafrasakan dalam konteks kita hari ini, Yesus berkata: “jemaat GKA Zion pergilah, jadikan semua bangsa murid-Ku…mulai dari Denpasar, Tabanan, Jawa, NTT, dan sampai ujung bumi.” Melihat ladang yang besar itu, sepertinya berat dan sulit, oleh sebab itu mari bergandengan tangan, saling bersinergi dan berkolaborasi untuk mengerjakan misi Allah.

Doa dan Komitmen: Tuhan pakai tangan dan kakiku untuk melangkah, mengerjakan Amanat Agung-Mu, sampai ke ujung bumi. (Mas Git)

Bacaan Alkitab
Lukas 16-17