DUSTA DUNIA VS KEBENARAN DALAM-MU
Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.
(Wahyu 12:9)
⁹Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, ¹⁰dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka. ¹¹Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta, ¹²supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan.
(2 Tesalonika 2)
Izinkan saya mengkopi paste sebuah artikel dengan judul: Siapakah Ilah Zaman Sekarang? Salah satu bagian berkata demikian;
Sebagai ilah zaman ini, kekuatan terbesar Setan adalah tipu daya (Wahyu 12:9). Dia membutakan pikiran manusia dari kebenaran rohani (Yohanes 3:19-20; 2 Korintus 4:4; Efesus 4:17-19; 2 Tesalonika 2:9-10). Yesus menyatakan bahwa Setan “tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta”
(Yohanes 8:44). Syukurlah, Tuhan telah membuat terang-Nya bersinar di dalam hati orang-orang percaya sehingga mereka tidak lagi buta terhadap kebenaran-Nya (2 Korintus 4:6). Namun sebagai anak -anak Tuhan kita diingatkan untuk selalu dan mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah agar dapat berdiri teguh menghadapi strategi tipu daya Setan (Efesus 6:11).
Allah yang suci tidak pernah bisa berkompromi dengan dusta, sekecil apapun bahkan dengan kalimat manusia yang sering kita pakai “dusta untuk kebaikan “dusta kecil”, di hadapan Allah dusta adalah dosa dan dosa harus dibereskan, diselesaikan tuntas.
DOA
Tuhan selidiki aku lihat hatiku apakah aku sungguh telah berjuang hidup dalam kebenaran, Bila Engkau dapati belum, kiranya tolonglah hamba untuk melakukan yang benar. Amin (hp)
Bacaan Alkitab
Kisah Para Rasul 7-8
