MENGAKUI LUKA, LANGKAH PERTAMA KEMENANGAN
“Sesungguhnya Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.”
(Mazmur 51:6)
Setiap proses pemulihan dimulai dari kejujuran. Kejujuran tentang kondisi kita yang sebenarnya seperti hati yang terluka, dosa masa lalu yang masih mengikat, bahkan kelemahan dan kejatuhan yang kita alami. Masalahnya dunia selalu menuntut kita untuk terlihat kuat dan sempurna sehingga kita justru belajar untuk menyembunyikan luka daripada mencari cara untuk menyembuhkannya. Kita berpura-pura baik-baik saja, padahal hati kita sesak dipenuhi beban dan membutuhkan tempat untuk mencurahkannya. Disinilah Mazmur 51:6 mengingatkan bahwa Tuhan bersedia menampung beban hati kita karena Dia berkenan pada hati yang jujur dan terbuka di hadapan-Nya.
Daud tahu apa artinya membawa luka dan dosa ke hadapan Tuhan. Ia tidak datang dengan pembenaran atau dalih tapi dengan pengakuan yang tulus. Dalam pengakuan itu, Daud mengalami pemulihan dan kemenangan rohani. Tuhan tidak mencari orang yang sempurna tetapi orang yang mau datang kepada-Nya apa adanya disaat suka maupun duka. Hati yang hancur dan remuk tidak pernah Tuhan tolak.
Seringkali kita memakai “topeng rohani” agar tampak baik-baik saja. Tapi kemenangan tidak datang dari pura-pura kuat melainkan dari keberanian untuk berkata, “Tuhan, aku tidak mampu, aku terluka, aku butuh Engkau.” Ketika kita berani jujur, terang Tuhan akan masuk ke dalam hati untuk menyembuhkan yang terluka. Anugerah Tuhan bekerja di dalam ruang hati yang jujur dan berserah kepada Tuhan sepenuhnya.
Mari hari ini kita berani melangkah dengan mengakui luka yang masih ada dalam hati kita, bukan supaya kita tenggelam dalam rasa kasihan terhadap diri sendiri tapi agar Tuhan memulihkan hati yang terluka. Ketika kita datang kepada-Nya dengan hati yang terbuka, saat itulah kita sedang memberi ruang bagi Tuhan untuk memulai pemulihan dan membawa kita pada kemenangan yang sejati. -N.A
Doa: Tuhan, ajari saya hidup dalam kejujuran di hadapan-Mu agar saya tidak memakai topeng lagi untuk berpura-pura kuat. Pulihkan hatiku yang terluka dan berikan kemenangan yang sejati. Amin.
Bacaan Alkitab
Mazmur 15-17
