MEMULIHKAN YANG TERLUKA DARI KELELAHAN
Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu. Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.
(Yohanes 21:13-14)
Setelah peristiwa penyaliban dan kebangkitan-Nya sedang mengalami masa transisi yang membingungkan. Petrus dan beberapa murid lainnya memutuskan untuk kembali melaut, kembali ke pekerjaan lama mereka sebagai nelayan. Mereka berusaha keras sepanjang malam, namun hasil yang didapat nihil.
Bayangkan kelelahan fisik setelah semalaman menebar jala tanpa hasil, ditambah kelelahan emosional dan mental karena kehilangan arah hidup, membuat para murid tidak mengenali Yesus yang berdiri di pantai. Ketika Yesus menyuruh menebarkan jala ke sisi perahu, mukjizat terjadi dan mereka mengenali Tuhan. Setelah mereka berhasil dalam usaha menangkap ikan dan mereka duduk bersama untuk makan, dan dalam ayat 13 kita membaca, ‘Yesus memberi mereka roti’. Hal ini mengingatkan bagi para murid pada saat terakhir Yesus memberi mereka roti pada perjamuan terakhir, di mana penyangkalan, pengkhianatan, dan pengecutan semuanya dimulai. Tetapi di sini Yesus duduk bersama mereka lagi, berbagi roti dengan mereka, masih menawarkan keramahan, masih melayani mereka, masih mengasihi mereka. Tindakan ini menunjukkan bahwa Yesus mengetahui kelelahan fisik dan emosional murid-murid-Nya. Ia tidak menuntut pelayanan yang prima saat mereka berada di titik terendah. Ia peduli pada kebutuhan dasar manusiawi mereka (lapar, lelah, jenuh). Sebelum Yesus memulihkan pelayanan Petrus (ayat 15-17), Ia memulihkan fisiknya terlebih dahulu dengan makanan dan kehadiran-Nya.
Tuhan tidak hanya peduli pada usaha dan pekerjaan kita, tetapi juga pada kesejahteraan jiwa dan fisik kita. Saat kita lelah, Ia mengundang kita untuk dipulihkan dan menerima kasih-Nya. Amin. (as)
Bacaan Alkitab
Galatia 4-6
