CHRISTLIKENESS – APAKAH BISA DISEBUT SEBAGAI LEGACY?

Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.
(1 Korintus 11:1)

Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
(1 Petrus 2:21)

Sekali waktu ada seseorang yang menceritakan perjalanan hidupnya yang sangat diberkati TUHAN kepada saya. Bagaimana tidak! Ada seseorang yang membuatkan pabrik kecil untuk pengolahan daging, dan mengirimkan mesin² produknya dari sebuah negara di Eropa yang paling kesohor kalau untuk urusan permesinan. Belum cukup, orang tersebut juga mengutus seorang ahli untuk melatih sampai produknya dihasilkan. Tapi sentuhan kisah ini bukan di pabrik & produksinya, tetapi apa yang melatarbelakangi orang Eropa ini memberi hadiah ini kepadanya. Singkat cerita, ia dianggap membawa dampak yang baik bagi temannya semasa kuliah di negeri orang ini. Dampak itu selaras dengan keinginan orangtua temannya, yang ternyata seorang konglomerat di negeri itu. Ortu temannya ini berharap anaknya memiliki insting bisnis yang bisa dikembangkan agar kelak bisa mewarisi dan meneruskan kerajaan bisnis ortunya. Dan itu didapatkannya tatkala anaknya bergaul akrab dengan seseorang yang bercerita kepada saya ini.

Kisah ini mengingatkan saya pada sebuah kerinduan Bapa bagi kita – anak²-Nya agar bisa mengalami keserupaan dengan Sang Sulung; dan ini adalah sebuah pusaka yang harus kita terima sebagai anugerah sekaligus sebuah proses yang harus terjadi dalam kehidupan kita – tidak akan pernah berhenti sampai TUHAN memanggil setiap kita. Apa itu? Keserupaan dengan Kristus atau Christlikeness.

Christlikeness ini tidak pernah menjadi proses yang otomatis dan running dengan sendirinya. Harus ada sebuah tekad, komitmen, kesungguhan dan kesengajaan di dalam diri kita, dengan tetap memintakan kekuatan & pertolongan Roh Kudus agar kita taat & setia. Christlikeness juga bukan program opsional – yang bisa dipilih & akhirnya kita memilih untuk tidak memilihnya. Artinya, bersifat wajib dan setiap orang percaya harus menerima dan mengalaminya. Dalam keterikatan seperti ini, Christlikeness bagaikan wasiat/pusaka yang harus dikerjakan oleh setiap kita. Kiranya TUHAN menolong setiap kita melalui karya Roh Kudus. (jp)

Bacaan Alkitab
Kisah Para Rasul 20-23