JANJI TUHAN YESUS – APAKAH BISA DISEBUT SEBAGAI LEGACY?
Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
(Matius 28:18-20)
⁸Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
(Kisah Para Rasul 1:8)
Kalau kita melihat 2 (dua) bacaan di atas, khususnya bagian² yang digaris-bawahi, yakni:
- Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman
- ⁸Tetapi kamu akan menerima kuasa
melihat dan menganggapnya sebagai janji, maka seharusnya membuat kita menjadi bersemangat untuk mengerjakan apa yang diperintahkan sehingga janji itu disertakan. Masalahnya, acap kali kita melupakan bahwa antara janji & penugasan tersebut merupakan sebuah paket lengkap yang tidak bisa dipilah, dipilih apalagi dipisahkan. Kita lebih tertarik & terfokus kepada janji, karena janji (dari pihak luar/lain) selalu mendatangkan keuntungan karena menempatkan diri kita sebagai si penerima apa yang dijanjikan. Dalam konteks tertentu, tak jarang seseorang menagih janji dari seseorang yang pernah menjanjikan sesuatu; dan tidak jarang kita mengklaim sebagai hutang. Ketika yang berjanji telah tiada, terkadang seseorang tersebut menganggapnya sebagai wasiat yang harus dipenuhi oleh keturunan sang pemberi janji. Serem juga ya! Apa jadinya bila janji² yang ada di 2 (dua) bacaan kita di atas disikapi dengan cara demikian? Khususnya perhatian kita hanya kepada janji-Nya:
- Mana itu penyertaan-Nya?
- Kuasa apa yang dijanjikan, seperti apa dan untuk apa?
Seperti halnya penjelasan di atas, ketika kita mengklaim janji Tuhan Yesus itu dan memisahkan dengan penugasan-Nya, dan kita mengklaimnya sebagai sebuah Legacy dalam rangka memenuhi harapan² kita – maka yang kita jumpai adalah kekecewaan, bahkan kemarahan, karena dapat dipastikan bahwa kita salah arah & gagal paham. Namun bila kita selalu menyandingkan antara Janji & Penugasan-Nya, dan melakukan apa yang dimandatkan-Nya, maka kita akan mengetahui bahwa janji Kristus itu merupakan sebuah Legacy, yakni penyertaan-Nya sampai akhir zaman, dan kuasa akan dilimpahkan melalui kehadiran Roh Kudus dalam kehidupan kita.
Jadi kalau kita harus menjawab pertanyaan yang menjadi tema bahasan kita hari ini: Janji Tuhan Yesus apakah bisa disebut sebagai Legacy? Maka jawaban tegasnya, YA sebagai Legacy dan jangan pisahkan antara Janji & Mandat-Nya. Tuhan memberkati. (jp)
Bacaan Alkitab
Roma 14-16
