BERKAT & HAK KESULUNGAN LEGACY?

Lalu datanglah Yakub dekat-dekat dan diciumnyalah ayahnya. Ketika Ishak mencium bau pakaian Yakub, diberkatinyalah dia, katanya: “Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati TUHAN.  Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah. Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia.”
(Kejadian 27:27-29)

Perenungan hari ini saya ingin mengajak kita semua melihat kembali sebuah drama keluarga yang penuh intrik untuk mendapatkan sesuatu yang dianggap sangat² berharga, yakni: Berkat & Hak Kesulungan. Kita mengenal siapa mereka dan karakter yang mereka tampilkan. Untuk itu mari kita luaskan bacaan di atas dengan kisah selanjutnya tatkala berkat itu diluncurkan oleh sang ayah, namun tak berkuasa untuk mencabut & membatalkannya. Demikian:

³³Lalu terkejutlah Ishak dengan sangat serta berkata: “Siapakah gerangan dia, yang memburu binatang itu dan yang telah membawanya kepadaku? Aku telah memakan semuanya, sebelum engkau datang, dan telah memberkati dia; dan dia akan tetap orang yang diberkati.”  ³⁴Sesudah Esau mendengar perkataan ayahnya itu, meraung-raunglah ia dengan sangat keras dalam kepedihan hatinya serta berkata kepada ayahnya: “Berkatilah aku ini juga, ya bapa!”

Kita bisa menyaksikan reaksi sang ayah dan si sulung dalam bacaan di atas, setidaknya menunjukkan “kejahatan terstruktur” yang baru saja menimpa mereka – keberhasilan sebuah upaya kong kalikong sang ibu dan si bungsu. Setidaknya peristiwa ini mengisyaratkan kepada kita betapa pentingnya legacy ini bagi mereka. Mari kita lanjutkan bacaan kita:

³⁹Lalu Ishak, ayahnya, menjawabnya: “Sesungguhnya tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah gemuk di bumi dan jauh dari embun dari langit di atas.  ⁴⁰Engkau akan hidup dari pedangmu dan engkau akan menjadi hamba adikmu. Tetapi akan terjadi kelak, apabila engkau berusaha sungguh-sungguh, maka engkau akan melemparkan kuk itu dari tengkukmu.”

Desakan si sulung akhirnya berhasil memaksa sang ayah untuk mengucapkan berkatnya, sekalipun tidak enak didengar dan susah untuk dijalani, namun tetap menyisakan pengharapan untuk terlepas dari beban berat tatkala “kuk itu dilemparkan dari tengkuk si sulung”. Dan bila kita menelusuri kisah lanjutan dari si sulung & si bungsu ini, maka kita menemukan happy endingnya, tatkala mereka akur dan saling memberkati.

Namun di sinilah kita menyaksikan bahwa hal hak kesulungan dan berkat yang diterima bukanlah sekedar legacy yang diterima dari sang ayah, namun juga merupakan legacy dari Allah terkait kepada siapa & keturunannya akan menjadi bagian dari kisah keselamatan yang TUHAN kerjakan & genapkan dalam Yesus Kristus.

Dan saya ingin mengajukan pertanyaan, apakah pengalaman perebutan berkat & Hak kesulungan di masa lalu ini yang membuat si bungsu itu melakukan tindakan pengulangan tatkala ia memberkati kedua cucunya – yang diberikan oleh anak kesayangannya itu? Mari kita simak

¹⁷Ketika Yusuf melihat bahwa ayahnya meletakkan tangan kanannya di atas kepala Efraim, hal itu dipandangnya tidak baik; lalu dipegangnya tangan ayahnya untuk memindahkannya dari atas kepala Efraim ke atas kepala Manasye. ¹⁸Katanya kepada ayahnya: “Janganlah demikian, ayahku, sebab inilah yang sulung, letakkanlah tangan kananmu ke atas kepalanya.” ¹⁹Tetapi ayahnya menolak, katanya: “Aku tahu, anakku, aku tahu; ia juga akan menjadi suatu bangsa dan ia juga akan menjadi besar kuasanya; walaupun begitu, adiknya akan lebih besar kuasanya dari padanya, dan keturunan adiknya itu akan menjadi sejumlah besar bangsa-bangsa.” ²⁰Lalu diberkatinyalah mereka pada waktu itu, katanya: “Dengan menyebutkan namamulah orang Israel akan memberkati, demikian: Allah kiranya membuat engkau seperti Efraim dan seperti Manasye.” Demikianlah didahulukannya Efraim dari pada Manasye. (Kejadian 48)

DOA: TUHAN mungkin Engkau selalu menemukan permohonan berkat, berkat dan berkat dari setiap kami yang selalu ingin diberkati oleh-Mu. Namun mungkin tak jarang Engkau juga menemukan bahwa kami tidak terlalu menghargai tatkala berkat itu telah menjadi bagian kami, bahkan kami lupa bahwa berkat itu datangnya adalah dari-Mu. Ajar kami selalu menghargai setiap berkat, bahkan hak² tertentu yang kami terima sebagai anak²-Mu dan hamba²-Mu. Ajar kami untuk melihatnya sebagai legacy dari-Mu. Demikianlah permohonan kami. Amin. (jp) 

Bacaan Alkitab
Kisah Para Rasul 27-28