ORANG-ORANG DALAM NEHEMIA

Riwayat Nehemia bin Hakhalya. Pada bulan Kislew tahun kedua puluh, ketika aku ada di puri Susan, ²datanglah Hanani, salah seorang dari saudara-saudaraku dengan beberapa orang dari Yehuda. Aku menanyakan mereka tentang orang-orang Yahudi yang terluput, yang terhindar dari penawanan dan tentang Yerusalem. ³Kata mereka kepadaku: “Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar.”
(Nehemia 1)

 ¹⁶Tak seorang pun dari para pemuka rakyat tahu ke mana aku pergi, dan apa yang sedang kurencanakan. Sebab sampai waktu itu aku belum mengatakan apa-apa kepada orang-orang sebangsaku, baik kepada para imam maupun kepada para pemuka, atau kepada para pegawai, dan siapa saja yang akan turut membangun kota Yerusalem. ¹⁷Tetapi kemudian aku berkata kepada mereka, “Lihatlah keadaan kita yang sengsara ini! Yerusalem tinggal puing-puing dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api. Marilah kita membangun kembali tembok-tembok kota Yerusalem supaya kita tidak dihina lagi.” ¹⁸Lalu kuceritakan kepada mereka bagaimana Allah menolongku dan apa yang telah dikatakan raja kepadaku. Mereka menjawab, “Mari kita mulai membangun!” Lalu bersiap-siaplah mereka untuk mulai bekerja.
(Nehemia 2 – BIMK)

Melanjutkan renungan kita di hari Minggu tentang siapa yang akan membangun tembok kota yang ada dalam pikiran & rencana Nehemia, yang di sebut sebagai The Insiders of Jerusalem, maka hari ini kita akan melihat siapakah mereka itu.

Bila kita lihat kembali bacaan kita di atas, dalam konteks pembangunan tembok Yerusalem namun di tengah² “ketiadaan” & keterpurukan Yehuda yang Nehemia bisa kerjakan adalah melibatkan Orang Dalam (OD). Siapakah OD-nya?

  • Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. (1:3a)
  • Sebab sampai waktu itu aku belum mengatakan apa-apa kepada orang-orang sebangsaku, baik kepada para imam maupun kepada para pemuka, atau kepada para pegawai, dan siapa saja yang akan turut membangun kota Yerusalem. (2:16b)

Nehemia melihat OD ini sebagai modal sekaligus kekuatan massa (SDM) untuk menjawab keprihatinan mereka bersama, dengan cara membangun tembok Yerusalem.

  • Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar.” Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit. (Nehemia 1:3b-4)
  • Tetapi kemudian aku berkata kepada mereka, “Lihatlah keadaan kita yang sengsara ini! Yerusalem tinggal puing-puing dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api. Marilah kita membangun kembali tembok-tembok kota Yerusalem supaya kita tidak dihina lagi.” (2:17)

Berangkat dari konsep perluasan makna OD, itu sebabnya di awal perenungan tidaklah terlalu berlebihan bila kita mengatakan bahwa OD-nya adalah ¹orang² yang masih tinggal, ²orang² sebangsaku yang terdiri dari banyak pihak, banyak kaum, banyak kelompok, dsb.

Mereka pula-lah yang memiliki keprihatinan yang sama, kerinduan yang sama, concern & passion yang sama, hati & jiwa yang sama – dan itu semua yang menjadi alasan mengapa mereka dengan semangat menjawab ajakan Nehemia dengan meneriakkan “Kami siap untuk membangun” (2:18).

Refleksi
Bersediakah kita tatkala se-waktu² digerakkan untuk membangun “tembok Yerusalem” kita?

Bacaan Alkitab
Ayub 21-23