FEAR FACTOR
“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan”.
(Yesaya 41:10)
“Tuhan tidak pernah meninggalkan Kita” Pada saat kita berada di keramaian bersama anak kita yang masih kecil, anak kita biasanya memegang tangan kita dengan kuat. Mungkin ia takut dengan orang asing, atau takut jika terlepas dari pegangan kita dan hilang tersesat. Namun selama kita memegang tangannya, anak kita akan tetap merasa aman, sebab ia tahu siapa yang sedang bersamanya. Keberanian iman bukan karena kita tahu apa yang ada di depan kita, tetapi karena kita tahu siapa yang berjalan bersama kita. Di dalam Kristus, Imanuel, artinya Allah beserta kita, ini bukan sekadar konsep teologis, melainkan Yesus adalah realitas keselamatan. Inilah janji penghiburan yang pernah disampaikan oleh nabi Yesaya kepada umat-Nya di tengah pembuangan yang mereka alami. Sebagai bangsa yang tersingkir, kehilangan segalanya, umat sedang berada di dalam ketakutan mendalam, terutama masa depan mereka. Namun janji Allah adalah tetap menyertai umat-Nya. Di tengah situasi kecemasan dan ketakutan nasional tersebut, Tuhan menyapa mereka bukan dengan teguran keras, melainkan dengan janji penyertaan dan pemulihan. Dan janji ini sudah digenapi oleh Kristus, Ia datang ke dalam dunia, hadir dalam kehidupan umat-Nya. Tuhan tidak pernah memerintahkan kita untuk “jangan takut” hanya berdasar optimisme kosong atau kekuatan dan pengalaman kita. Ketika Tuhan berkata “Jangan Takut” kita harus mengerti bahwa Kristus menyertai kita. Kristus tidak pernah meninggalkan kita. Identitas kita di dalam Kristus menunjukkan bahwa kita menjadi milik kepunyaan-Nya. Kita adalah anak-anak-Nya. Maka frasa “Aku ini Allahmu” menegaskan adanya sebuah hubungan perjanjian (kovenan). Maka di saat kita menghadapi ketakutan dan kecemasan, hal itu tidak akan membuat kita merasa sendirian atau tidak ada pegangan. Sebaliknya, Allah tetap memegang tangan kita, Kristus tetap bersama kita. Istilah “tangan kanan” melambangkan otoritas, kekuatan, dan kemenangan. Ketika kekuatan mental atau fisik kita habis menghadapi ketakutan, Tuhan janji bukan sekadar menuntun, melainkan memegang dan menopang kita agar tidak jatuh tergeletak.
Doa: Tuhan Yesus, sungguh kami bersyukur, bahwa Engkau senantiasa menyertai kami dan tak pernah meninggalkan kami, amin. (gian).
Bacaan Alkitab
1 Samuel 25-27
