FEAR FACTOR

“Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih”
(1 Yohanes 4:18)

Bacaan: 1 Yohanes 4:17-19

“Kasih yang sempurna mengalahkan ketakutan” Pernahkah sewaktu anda masih anak-anak tidak berani pulang ke rumah karena ada sesuatu yang anda lakukan salah? Kita takut pulang karena jelas akan kena marah bahkan mungkin kena disiplin? Memang (mungkin) kita mendapat disiplin dari orang tua, namun mereka ingin kita tahu, bahwa mereka sangat mengasihi kita. Dan kita, tidak pernah mendendam atau membenci orang tua kita. Kita mengerti, bahwa orang tua kita sangat menyayangi kita, sekalipun mungkin cara mendisplinnya kurang tepat. Kita takut karena kita membayangkan hukuman. Tetapi Injil memperlihatkan sesuatu yang berbeda: di dalam Kristus, kita tidak lagi berdiri di hadapan Allah sebagai orang yang harus membeli penerimaan- Nya. Kasih Allah mendahului respon kita. Kita tahu, kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Inilah bagian indah dari firman Tuhan hari ini, yaitu bagaimana kasih Allah menghapuskan ketakutan kita terhadap penghakiman. Di tengah munculnya ajaran sesat di zaman Yohanes, banyak orang percaya meragukan kasih Allah dan karya Kristus. Banyak orang percaya menjadi cemas akan status kerohanian mereka dan takut menghadapi hari penghakiman kelak. Yohanes menegaskan bahwa kesempurnaan kasih Allah dalam Kristus sudah tercapai dan sekarang kita memiliki keberanian untuk percaya menghadapi hari penghakiman. Fondasi utama keberanian kita bukan didasarkan pada kebaikan diri kita sendiri, melainkan posisi kita di dalam Kristus. Kemampuan kita untuk tenang dan mengasihi Allah bukanlah usaha yang dimulai dari manusia, melainkan respons atas kasih Allah yang sudah diberikan lebih dulu melalui Kristus. Mungkin hari ini kita masih dibayang-bayangi oleh perasaan tidak layak, rasa bersalah atas dosa masa lalu, atau ketakutan bahwa Allah siap menghukum setiap kali mereka gagal. Namun kabar baiknya, Yesus sudah menanggung seluruh hukuman atas dosa kita di atas kayu salib. Karena itu, sebagai orang percaya, hari penghakiman bukan lagi tempat eksekusi hukuman, melainkan saat penyempurnaan keselamatan kita.

Doa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk kasih dan pengorbanan-Mu di kayu salib, sehingga sekarang kami tidak lagi takut penghukuman, namun membawa kami untuk selalu memuji dan menyatakan kasih-Mu, amin. (gian).

Bacaan Alkitab
1 Samuel 28-31, Mazmur 18