ORANG LUAR YANG DI DALAM

¹⁰Ketika aku pergi ke rumah Semaya bin Delaya bin Mehetabeel, sebab ia berhalangan datang, berkatalah ia: “Biarlah kita bertemu di rumah Allah, di dalam Bait Suci, dan mengunci pintu-pintunya, karena ada orang yang mau datang membunuh engkau, ya, malam ini mereka mau datang membunuh engkau.” ¹¹Tetapi kataku: “Orang manakah seperti aku ini yang akan melarikan diri? Orang manakah seperti aku ini dapat memasuki Bait Suci dan tinggal hidup? Aku tidak pergi!” ¹²Karena kuketahui benar, bahwa Allah tidak mengutus dia. Ia mengucapkan nubuat itu terhadap aku, karena disuap Tobia dan Sanbalat. ¹³Untuk ini ia disuap, supaya aku menjadi takut lalu berbuat demikian, sehingga aku berdosa. Dengan demikian mereka mempunyai kesempatan untuk membusukkan namaku, sehingga dapat mencela aku.
(Nehemia 6)

Ketika Sanbalat, orang Horon, dan Tobia, orang Amon, pelayan itu, mendengar hal itu, mereka sangat kesal karena ada orang yang datang mengusahakan kesejahteraan orang Israel.
(Nehemia 2:10)

Beban, kerinduan dan hikmat yang TUHAN taruh dalam hati Nehemia tidak direalisasikan dengan mulus; TUHAN mengizinkan ada tantangan dan upaya dari pihak² tertentu bukan saja untuk menghambat, tetapi untuk menghentikan. Tentu saja hal ini dilakukan oleh mereka² yang mungkin saja tidak menyukai Nehemia, tidak menyukai atau senang kalau orang² Israel kondisinya lebih baik, bahkan sangat besar kemungkinan oleh mereka yang tidak bisa lagi mengais keuntungan dari kondisi² tertentu. Upaya² menggagalkan itu dapat kita temukan di Nehemia 4, dan masih berlanjut ke pasal² selanjutnya, sekalipun “proyek” sudah selesai tetapi ketidak senangan masih terpelihara. Kalau hal itu dilakukan oleh Sanbalat & Tobia mungkin mudah bagi kita untuk memahami karena mereka adalah ORANG LUAR, tetapi upaya 2 (dua) orang ini tidak berhenti sampai di sini, mereka menggunakan “Orang Dalam” dalam upaya untuk “menghabisi” Nehemia. Salah satu nama yang muncul di bacaan di atas adalah Semaya bin Delaya bin Mehetabeel. Dalam kaitannya mencari tahu siapakah dia sebenarnya, saya melakukan Googling,  dan inilah sebagian hasilnya. 

Dalam catatan sejarah Alkitab, Semaya bin Delaya bin Mehetabeel adalah seorang nabi yang disewa oleh musuh-musuh bangsa Israel (seperti Sanbalat orang Horon dan Tobia orang Amon) untuk menjebak dan membunuh Nehemia. Berikut adalah beberapa fakta penting mengenai perannya:

  • Nabi Palsu: Ia mengaku sebagai nabi tetapi sebenarnya berkomplot dengan musuh.
  • Modus Operandi: Semaya memancing Nehemia agar bersembunyi di dalam Bait Suci dengan alasan nyawanya terancam.
  • Tujuan Musuh: Jika Nehemia bersembunyi di tempat kudus tersebut, ia akan melanggar hukum Taurat karena ia bukanlah seorang imam, yang akan merusak kredibilitas dan reputasinya di mata rakyat.
  • Reaksi Nehemia: Nehemia memiliki hikmat dan keberanian, ia menolak jebakan tersebut dengan mengatakan bahwa seorang pemimpin sejati tidak akan melarikan diri dan bersembunyi.

 Salah satu kesimpulan yang bisa petik dari penjelasan di atas, membuat kita kembali bertanya apakah Semaya ini seorang Yahudi? YA, ia seorang Yahudi. Berarti ia ada di lingkaran dalam, ia menjadi bagian dari mereka yang berjuang untuk membangun kembali Yerusalem,  ia bukan orang Horon atau Amon, ia Yahudi.

Berdasarkan pemahaman ORANG DALAM secara umum yang terkait dengan akses bagi pihak luar, maka Semaya bin Delaya bin Mehetabeel adalah orang dalam-nya Sanbalat & Tobia, yang menerima suap dari mereka untuk menipu & menjebak Nehemia,  apalagi ia bersentuhan dengan predikat nabi (palsu) dan menggunakan Bait Allah sebagai dalihnya.

Namun berdasarkan perluasan makna ORANG DALAM yang terkait dengan hati & pikiran, concern & passion-nya, tubuh & jiwanya maka Semaya bin Delaya bin Mehetabeel tidak bisa disebut sebagai ORANG DALAM, dia ORANG LUAR. Itulah sebabnya perenungan hari ini berjudulkan ORANG LUAR yang di DALAM; kebalikan dari Nehemia sebagai ORANG DALAM yang di LUAR – perenungan Senin lalu. 

Refleksi
Ada sebuah pepatah Jawa yang mengatakan Kacang Lali Kulitè yang berarti orang yang melupakan masa lalu, asal usul, orang² yang telah berbagian membentuk hidupnya, dst. Mungkinkah kita bisa menjadi Outsiders seperti itu?

Bacaan Alkitab
Ayub 24-28