THE STORY OF GOD IN HISTORY OF ZION
Mendengar berita itu, aku duduk dan menangis. Berhari-hari lamanya aku bersedih hati. Aku terus berpuasa sambil berdoa kepada Allah, ¹¹Dengarkanlah doaku dan doa semua hamba-Mu yang lain, yang mau menghormati Engkau. Berikanlah pertolongan-Mu supaya pada hari ini hamba-Mu ini berhasil mendapat belas kasihan dari raja.” Pada masa itu aku adalah pengurus minuman raja.
(Nehemia 1 – BIMK)
⁴Lalu kata raja kepadaku: “Jadi, apa yang kauinginkan?” Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit, ⁸Pula sepucuk surat bagi Asaf, pengawas taman raja, supaya dia memberikan aku kayu untuk memasang balok-balok pada pintu-pintu gerbang di benteng Bait Suci, untuk tembok kota dan untuk rumah yang akan kudiami.” Dan raja mengabulkan permintaanku itu, karena tangan Allahku yang murah melindungi aku. ¹⁸Ketika kuberitahukan kepada mereka, betapa murahnya tangan Allahku yang melindungi aku dan juga apa yang dikatakan raja kepadaku, berkatalah mereka: “Kami siap untuk membangun!” Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu. ²⁰Aku menjawab mereka, kataku: “Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil! Kami, hamba-hamba-Nya, telah siap untuk membangun. Tetapi kamu tak punya bagian atau hak dan tidak akan diingat di Yerusalem!”
(Nehemia 2 – TB)
¹⁵Perbaikan tembok itu makan waktu 52 hari, dan selesai pada tanggal dua puluh lima bulan Elul. ¹⁶Ketika musuh-musuh kami di antara bangsa-bangsa di sekitar situ mendengar hal itu, mereka takut kehilangan muka, sebab semua orang tahu bahwa pekerjaan itu dilakukan dengan pertolongan Allah.
(Nehemia 6 – BIMK)
Bacaan kita hari hanyalah beberapa ayat yang secara eksplisit menyatakan keterlibatan Allah dalam proyek pembangunan tembok Yerusalem; itu berarti masih banyak ayat yang dapat kita temukan – baik secara eksplisit maupun implisit – tentang apa yang Allah lakukan bagi Yerusalem. Tidak ada salahnya bila bercermin dari Kisah Allah di pembangunan tembok Yerusalem ini, mencoba menelisik hati apakah kita menemukan kisah Allah dalam perjalanan GKA Zion selama 50 tahun ini. Saya mencoba menampilkan sebuah catatan yang saya buat sebagai sinopsis mimbar Zion di Juni ini, sebagai berikut:
Tiong Hoa Ki Tuk Kao Hue (1948) → Gereja Kristus Tuhan (68) → Gereja Kristen Zion (13 Juni 1976) → Gereja Kristen Abdiel Zion Denpasar (9 Februari 1977). TUHAN mempercayakan: ¹Pos Pupuan (1984), ²Pos Singaraja (1988), ³Pos Karyasari (1995), ⁴Istana Regency (2002), dan didewasakan pada 19 Mei 2025, ⁵GKA Zion Bali (2026), ⁶Pos Tabanan & ⁷ECS (2026) → Masa berikutnya . . .
Mungkin mata kita tertuju pada nama/sebutan gereja dan perubahan demi perubahan yang terjadi hingga hari ini; atau kita memperhatikan tahun demi tahun dan apa yang terjadi di dalamnya; lalu menyimpulkan secara sederhana itulah GKA Zion Bali dan cikal bakalan di masa lalu. Tidak salah, itu benar sekali. Namun, mari kita memperhatikan tanda/simbol → (anak panah arah ke kanan), yang tidak sekedar bermakna selanjutnya, setelah itu; tetapi sebagai sebuah refleksi untuk memaknai:
- Peristiwa² apa yang terjadi di dalamnya
- Mengapa peristiwa² itu terjadi
- Siapa² saja yang terlibat di dalamnya
- Kendali siapa, apa, di mana & bagaimana yang memegang peranan untuk mengarahkan perjalanan waktu itu
- Dan masih banyak lagi hal lain yang bisa kita temukan.
Sesungguhnya di balik tanda → itu, bukan sekedar nama & peristiwa saja yang kita temukan dalam Sejarah GKA Zion Bali, namun kesensitifitasan bathiniah & iman kita selalu menjumpai GOD as The True Historian atas gereja-Nya ini. Lalu bagaimana kita menyikapi dalam Kisah selanjutnya?
TUHAN yang telah memulai gereja-Nya, IA pula yang memimpin dan memeliharanya sampai masa akan datang, karena IA-lah Sang Kepala Gereja, IA-lah Sang Pemilik Gereja-Nya. TUHAN memberkati.
Bacaan Alkitab
Ayub 35-37
