ORANG LUAR YANG DI DALAM
¹Yosua bin Nun dengan diam-diam melepas dari Sitim dua orang pengintai, katanya: “Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan kota Yerikho.” Maka pergilah mereka dan sampailah mereka ke rumah seorang perempuan sundal, yang bernama Rahab, lalu tidur di situ. . . . ⁸Tetapi sebelum kedua orang itu tidur, naiklah perempuan itu mendapatkan mereka di atas sotoh ⁹dan berkata kepada orang-orang itu: “Aku tahu, bahwa TUHAN telah memberikan negeri ini kepada kamu dan bahwa kengerian terhadap kamu telah menghinggapi kami dan segala penduduk negeri ini gemetar menghadapi kamu. ¹⁰Sebab kami mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan air Laut Teberau di depan kamu, ketika kamu berjalan keluar dari Mesir, dan apa yang kamu lakukan kepada kedua raja orang Amori yang di seberang sungai Yordan itu, yakni kepada Sihon dan Og, yang telah kamu tumpas. ¹¹Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat setiap orang menghadapi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah. ¹²Maka sekarang, bersumpahlah kiranya demi TUHAN, bahwa karena aku telah berlaku ramah terhadapmu, kamu juga akan berlaku ramah terhadap kaum keluargaku; dan berikanlah kepadaku suatu tanda yang dapat dipercaya, ¹³bahwa kamu akan membiarkan hidup ayah dan ibuku, saudara-saudaraku yang laki-laki dan yang perempuan dan semua orang-orang mereka dan bahwa kamu akan menyelamatkan nyawa kami dari maut.” ¹⁴Lalu jawab kedua orang itu kepadanya: “Nyawa kamilah jaminan bagi kamu, asal jangan kaukabarkan perkara kami ini; apabila TUHAN nanti memberikan negeri ini kepada kami, maka kami akan menunjukkan terima kasih dan setia kami kepadamu.” . . . ²³Maka pulanglah kedua orang itu, mereka turun dari pegunungan, lalu menyeberang dan sampai kepada Yosua bin Nun, kemudian mereka ceritakan segala pengalaman mereka. ²⁴Kata mereka kepada Yosua: “TUHAN telah menyerahkan seluruh negeri ini ke dalam tangan kita, bahkan seluruh penduduk negeri itu gemetar menghadapi kita.”
(Yosua 2)
Di tengah minggu ini saya ingin mengajak jemaat sekalian melihat kisah lain dari seorang Insider – ORANG DALAM, dalam kisah terkait runtuhnya tembok Yerikho. Mendengar kisah tembok Yerikho runtuh maka yang selalu diingat sebagai sebuah peristiwa luar biasa yang menyaksikan kedasyatan Allah yang dengan cara mengelilingi kota sebanyak 7 (tujuh) kali dan kombinasi tiupan sangkakala & sorakan yang nyaring (Yosua 6:20). Mungkin sejak sekolah minggu kita sudah mendengar kisah tersebut, bahkan mungkin menjadi salah satu cerita favorit kita. Namun tidak jauh sebelum kisah itu terjadi, ada kisah lain yang menyangkut 2 (dua) “spionase” yang diutus Yosua untuk menyelidiki kota Yerikho.
Di sinilah didapati seorang Insider (Orang Dalam) yang sedikit banyak memberikan sumbangsih atas keberhasilan tersebut, dalam bentuk:
- Memberikan tempat untuk tidur/ istirahat
- Menyembunyikan para pengintai
- Menceritakan “kondisi psikologis” orang Yerikho yang dalam ketakutan/ kengerian akan bangsa Israel.
- Memberi informasi yang menjadi konfirmasi bahwa TUHAN menyerahkan bangsa ini kepada Israel.
Seperti hal-nya penjelasan di perenungan hari² sebelumnya, dalam pengertian umum, perempuan bernama Rahab ini menjadi akses pihak luar untuk masuk dan menjadi channel informasi yang dibutuhkan; namun mungkin muncul ganjalan dalam diri kita bila melihat “profesi-nya” dan kebohongan yang dilakukannya untuk melindungi 2 (dua) pengintai tersebut – lalu memberikan standar yang tinggi bagi orang lain kalau mau melakukan sesuatu untuk TUHAN. Mungkin untuk meneduhkan tuntutan standar kita, tidak ada salahnya bila kita menyimak 2 (dua) catatan Alkitab di bawah ini:
Ibrani 11:31 (TB) Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik.
Matius 1:5 (TB) Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,
Ada sebuah komentar yang menyebutkan bahwa Rahab mendapatkan “perhitungan” sendiri sehingga ia dicatatkan namanya dalam Matius sebagai bagian dalam silsilah Yesus. Bukan hanya Rahab sebagai “orang asing” bagi trah Yahudi yang dimasukkan namanya dalam silsilah ini, menantunya-pun – Rut (orang Moab) – juga dicantumkan dalam silsilah Yesus. Juga demikian Tamar dari Kanaan.
Setidaknya melalui kisah ini dan apa yang kita ketahui tentang Rahab, ia telah menjadi Orang Dalam yang menjadi akses bagi bangsa pilihan TUHAN untuk memasuki tanah perjanjian, dan Rahab diperhitungkan sebagai Orang Dalam di lingkaran silsilah Tuhan Yesus.
Refleksi
Bisa saja kita menjadi Orang Dalam, tetapi berpikirlah, mintalah hikmat dan bertindaklah untuk menjadi Orang Dalam yang benar, untuk hal² yang membangun dan menjadi berkat bagi orang lain. TUHAN memberkati.
Bacaan Alkitab
Ayub 29-31
