KETAATAN DAN TUBUH KRISTUS – BUKAN INDIVIDUALISME ROHANI
“Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.”
(1 Korintus 12:12)
Sekarang ini banyak orang tidak lagi harus datang ke gereja untuk terhubung dengan kehidupan rohani. Dengan satu klik, kita bisa mendengarkan khotbah, mengikuti ibadah, bahkan merasa tetap terisi secara rohani tanpa benar-benar hadir di tengah komunitas. Tidak salah, tetapi pelan-pelan ada sesuatu yang berubah. Hubungan iman menjadi lebih individual “aku dan Tuhan” tanpa keterhubungan yang nyata dengan tubuh Kristus. Akhirnya, tanpa sadar, kita bisa merasa cukup secara rohani, tetapi tidak benar-benar hidup sebagai bagian dari komunitas iman. Padahal sejak awal, cara Tuhan membangun gereja tidak pernah dimaksudkan untuk berjalan sendiri-sendiri.
Dalam 1 Korintus 12:12 Paulus tidak sedang memberi ilustrasi biasa, tetapi sedang menyatakan sebuah realitas rohani gereja adalah satu tubuh. Gambaran tubuh bukan sekadar metafora yang indah, tetapi kebenaran tentang bagaimana Tuhan merancang kehidupan orang percaya. Tubuh selalu berbicara tentang kesatuan yang hidup, bukan kebersamaan yang formal, tetapi keterhubungan yang tidak bisa dipisahkan. Di dalam tubuh, tidak ada bagian yang hidup secara mandiri. Setiap bagian bergantung pada bagian yang lain, dan kehidupan satu bagian memengaruhi keseluruhan tubuh. Dengan demikian, Paulus sedang menegaskan bahwa iman di dalam Kristus tidak pernah dibentuk sebagai pengalaman yang sepenuhnya individual. Seseorang tidak hanya menjadi pribadi yang percaya kepada Tuhan, tetapi juga ditempatkan sebagai bagian dari satu kesatuan yang lebih besar. Di sinilah ketaatan mulai terlihat dalam dimensi yang lebih dalam. Ketaatan kepada Kristus tidak hanya berbicara tentang relasi pribadi dengan Tuhan, tetapi juga tentang kesediaan untuk menerima posisi kita di dalam tubuh yang Dia bentuk. Karena ketika seseorang benar-benar taat kepada Kristus, ia juga sedang masuk ke dalam kesadaran bahwa hidupnya tidak lagi berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan kehidupan tubuh yang lain. Dan dalam tubuh itu, tidak ada bagian yang lebih utama atau lebih tidak penting. Semua bagian memiliki fungsi, tetapi semua fungsi itu hanya bisa berjalan dengan benar di dalam kesatuan tubuh. Itulah sebabnya individualisme rohani bukan hanya soal kebiasaan, tetapi soal cara pandang yang bergeser dari desain Tuhan tentang gereja sebagai tubuh yang hidup.
Hari ini kita diajak untuk kembali melihat bagaimana kita memahami iman kita sendiri. Mungkin kita sudah memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan, tetapi masih perlu belajar untuk hidup dalam kesadaran bahwa kita adalah bagian dari tubuh Kristus. Tuhan tidak hanya memanggil kita untuk percaya kepada-Nya secara pribadi, tetapi juga untuk hidup dalam kesatuan dengan umat-Nya. Karena dalam ketaatan kepada Kristus, kita tidak hanya dibentuk sebagai individu yang percaya, tetapi sebagai bagian dari tubuh yang saling terhubung dan saling membangun.
Doa
Tuhan, ajar aku untuk memahami bahwa aku adalah bagian dari tubuh Kristus. Bentuk aku untuk tidak hidup sendiri, tetapi mau terhubung, dibentuk, dan berjalan bersama dalam ketaatan kepada-Mu. Amin. (Mpn)
Bacaan Alkitab
Kejadian 12-15
