DOA YANG MELAMPAUI PENILAIAN PRIBADI

“Karena itu, pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tentram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.”
(1 Timotius 2:1-4)

Shalom saudara! Satu hari sebelum hari peringatan kemerdekaan bangsa Indonesia, tidaklah mudah bagi negara kita berdiri selama hampir 81 tahun ini. Sebagian dari kita juga tidak lagi muda dan sudah banyak merasakan asam dan garam selama menjadi rakyat Indonesia. Kita tau perjalanan sebagai rakyat Indonesia penuh dengan pergumulan dan tantangan. Tidak jarang juga kita memberikan penilaian atas kinerja yang kurang baik dilakukan oleh pemimpin kita. Namun apakah sebagai orang percaya hanya penilaian-penilaian, ketidaksukaan, dan komentar yang kita berikan kepada orang-orang yang duduk dijabatan pemerintahan? Sudahkah kita berdoa bagi mereka?

Inilah yang Paulus ingatkan kepada Timotius agar ia mengarahkan jemaat untuk berdoa kepada pemimpin mereka. Mengingat pada saat itu sudah banyak penyelewengan yang terjadi didalam pemerintahan. Ajaran-ajaran yang tidak benar terjadi dimana-mana. Oleh karena itu Paulus mengingatkan agar jemaat yang Timotius pimpin dengan iman berdoa bagi raja-raja dan semua pembesar. Tidaklah mudah bagi mereka untuk berdoa bagi pemerintahan yang berjalan tidak sesuai dengan firman Tuhan. Tapi hal ini tetap menjadi ingatan bagi Timotius dan jemaat yang ia pimpin, agar mereka sehati berdoa bagi pemimpin mereka. Bahkan mereka diajak untuk mengucap syukur atas pemimpin mereka.

Apakah kita juga bisa mengucap syukur bagi pemimpin kita? Mungkin tidak banyak hal baik yang kita bisa lihat dari pemimpin kita. Kenyataan memperlihatkan bahwa masih ada hal-hal yang juga berjalan tidak sesuai dengan firman Tuhan. Tapi bukan berarti hal yang kurang baik dimata kita Allah izinkan terjadi tidak ada manfaatnya bagi kita. Nyatanya kita diajak bersama-sama sebagai komunitas untuk mendoakan pemerintahan kita, itulah hal baik dan berkenan kepada Allah. Ketika kita melihat kenyataan pemimpin yang kurang baik, apa yang pertama kali kita lakukan? Bukankah kita cenderung memberikan komentar dan penilaian? Pernahkah ketika kita melihat hal yang kurang baik terjadi dipemerintahan, kita kembali kepada Allah dan membawa para pemimpin kita dalam doa kepada-Nya? – Albèrt Christian

Doa: Tuhan, Engkau tahu apa yang kami alami saat ini. Kiranya Engkau menjadikan kami pendoa-pendoa bagi para pemimpin yang memerintah saat ini.

Bacaan Alkitab
Ulangan 17-20