SUDAH, TAPI BELUM
“Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.”
(1 Yohanes 3:2)
‘Kalau Tuhan sudah menyelamatkan saya, mengapa hidup saya masih begitu-begitu saja?’. Sering kali pertanyaan muncul dalam diri kita ketika kita berharap akan sesuatu terjadi tapi malah tidak ada sama sekali. Akhirnya kita mulai meragukan apakah kemenangan itu benar-benar terjadi di dalam diri kita. Tentu pasti ada perbedaan kontras antara orang yang sudah dimenangkan dan belum. Namun, kita perlu mengetahui di mana letak perbedaannya.
Ketika Yesus mati di atas kayu salib, kita sudah dimenangkan dan sudah menjadi anak-anak Allah. Kita yang awalnya adalah budak dosa kita sekarang sudah dimenangkan. Injil menunjukkan bahwa kita sudah diterima, dicintai, dan dimenangkan sepenuhnya oleh Allah. Namun, kita masih tinggal di dunia yang penuh dosa dan dampaknya, sehingga masih ada hal-hal yang belum dinyatakan secara seutuhnya.
Mungkin kita malah akan membenarkan sikap apatis kita ketika kita merasa cukup dengan status baru sebagai orang yang sudah diselamatkan. Namun, apakah pernah terlewat di pikiran kita ketika kita bertobat dan diselamatkan, Tuhan tidak langsung berpindah ke surga dan malah tetap menjalani kehidupan seperti biasa? Hal ini menunjukkan bahwa ada hal yang belum selesai di dalam dunia ini. Firman Tuhan berkata bahwa akan tiba saatnya kita akan seperti Kristus yang artinya disempurnakan di dalam-Nya. Dengan demikian kehidupan kita jalani baik dalam keadaan suka dan duka adalah sebuah proses Tuhan bagi anak-anak-Nya untuk semakin hari semakin serupa dengan Kristus. Sehingga melalui kehidupan kita, kita dapat memancarkan kemuliaan Allah.
Apakah kita melihat masalah dan pergumulan dalam kehidupan kita sebagai proses pengudusan kita? -SFG
Bacaan Alkitab
Mazmur 38-39
