DOA BAGI NEGERI: TUHAN MENEMPATKAN KITA DI SINI

“Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel, kepada semua orang buangan yang Kuangkut ke dalam pembuangan dari Yerusalem ke Babel”
(Yeremia 29:4)

Ketika membaca Yeremia 29, ada satu bagian yang sering terlewatkan karena perhatian kita biasanya tertuju kepada perintah untuk berdoa bagi kota. Namun sebelum perintah itu diberikan, TUHAN terlebih dahulu menyatakan sesuatu yang sangat penting. TUHAN berkata kepada bangsa Yehuda: “kepada semua orang buangan yang Kuangkut ke dalam pembuangan “ Kalimat ini menunjukkan bahwa pembuangan mereka bukan sekadar akibat kekuatan Babel, bukan sekadar hasil permainan politik dunia, dan bukan pula kebetulan sejarah. Di balik semua peristiwa itu, TUHAN tetap memegang kendali atas kehidupan umat-Nya. Bahkan tempat yang tidak mereka sukai sekalipun ternyata tidak berada di luar kedaulatan Allah. Bangsa Yehuda mungkin memandang Babel sebagai tempat yang asing, tidak nyaman, dan tidak mereka inginkan. Namun TUHAN memandang Babel sebagai tempat di mana untuk sementara waktu umat-Nya harus berada. Prinsip ini juga penting bagi kita hari ini. Sering kali kita melihat negeri tempat kita tinggal hanya dari sisi kekurangannya. Kita melihat masalah-masalah yang ada dan bertanya mengapa kita harus berada di tempat seperti ini. Namun sebagai orang percaya, kita perlu melihat lebih jauh bahwa tidak ada seorang pun yang hidup di suatu tempat tanpa seizin dan pemeliharaan Allah.

Tuhan dapat menempatkan seseorang di desa kecil, di kota besar, di daerah terpencil, bahkan di bangsa yang penuh tantangan. Semuanya tidak lepas dari rencana-Nya. Karena itu, mendoakan negeri bukan sekadar kewajiban warga negara. Mendoakan negeri adalah respons iman kepada Allah yang telah menempatkan kita di negeri ini. Sulit untuk sungguh-sungguh mendoakan suatu tempat jika kita terus-menerus memandangnya sebagai beban. Sebaliknya, ketika kita menyadari bahwa TUHAN yang menempatkan kita di sini, hati kita akan mulai melihat negeri ini sebagai ladang pelayanan yang dipercayakan-Nya.

Yeremia tidak meminta umat Allah untuk melarikan diri dari Babel. Ia juga tidak mengajar mereka untuk mengasingkan diri dari kehidupan masyarakat. Sebaliknya, mereka diminta untuk hadir, hidup, bekerja, membangun keluarga, dan mendoakan kota tempat mereka berada. Mungkin kita tidak dapat mengubah seluruh negeri ini. Namun kita dapat mulai dengan berdoa bagi lingkungan tempat TUHAN menempatkan kita: keluarga kita, gereja kita, desa kita, kota kita, dan bangsa kita. Karena orang percaya yang memahami kedaulatan Allah tidak akan sibuk mempertanyakan mengapa ia ditempatkan di suatu tempat, melainkan bertanya apa yang dapat ia kerjakan bagi kemuliaan Tuhan di tempat itu.

Refleksi: Apakah saya melihat negeri tempat TUHAN menempatkan saya sebagai sebuah beban, atau sebagai ladang pelayanan yang dipercayakan-Nya? Bagaimana doa saya selama ini menunjukkan bahwa saya percaya Tuhan mempunyai tujuan atas keberadaan saya di negeri ini?

Doa: Tuhan, terima kasih karena Engkau telah menempatkan kami di negeri ini menurut rencana-Mu; pakailah kami menjadi berkat, setia melayani, dan tekun mendoakan tempat di mana Engkau menaruh kami. Amin. (Yun).

Bacaan Alkitab
Ulangan 3-4