KETUNDUKAN YANG TIDAK BERSIFAT KONDISIONAL
“Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik. Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh. Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah. Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!”
(1 Petrus 2:13-17)
Shalom saudara! Pernahkah saudara merasa telah melakukan banyak hal baik kepada orang lain, namun hal baik yang saudara lakukan tidak dihargai. Saudara sudah memberikan waktu, tenaga, bahkan banyak hal yang saudara anggap berharga kepada orang lain tetapi orang lain tidak memberikan respon dan penghargaan apapun terhadap apa yang saudara lakukan. Terkadang kita diperhadapkan dengan situasi tersebut. Keadaan meminta kita untuk memberikan yang terbaik namun kita tidak menerima respon yang baik. Saudara sadarlah bahwa keinginan kita menerima respon yang baik tersebut tidak selamanya dapat kita rasakan.
Situasi ini yang terjadi kepada orang-orang exiles (perantau), karena kepercayaan mereka kepada Yesus Kristus bertentangan dengan peraturan pemerintahan pada saat itu. Orang percaya yang merantau dianggap telah memberontak kepada Romawi. Oleh karena itu Petrus berpesan kepada orang-orang di perantauan agar mereka tunduk kepada pemerintah meskipun mereka tidak menerima hal baik dari pemerintah saat itu. Saudara ketundukan disini bukanlah ketundukan yang buta dalam artian orang perantauan membiarkan pemerintah melakukan hal semena-mena. Hidup tunduk sebagai jemaat perantauan agar mereka dapat memperlihatkan kasih Kristus kepada pemerintah saat itu. Hidup tunduk bukan karena mereka takut terhadap pemerintah, tetapi karena Tuhan.
Saudara, kepada kita saat ini, tidak selalu hal baik kita berikan akan menerima respon yang baik. Terkadang kita bahkan mempertaruhkan nyawa kita bagi orang lain seperti yang dilakukan oleh orang-orang perantauan saat itu. Tapi firman Tuhan mengingatkan agar kita tunduk kepada orang lain bahkan pemimpin kita saat ini. Tunduk bukan berarti kita menutupi penyelewengan, tetapi agar kesaksian Yesus Kristus dapat dinyatakan. Tunduk bukan berarti takut tetapi agar kemuliaan Tuhan dinyatakan. – Albèrt Christian
Doa: Tuhan, tolong agar melalui ketundukan kami, kesaksian Yesus Kristus dapat dipancarkan kepada pemimpin kami.
Bacaan Alkitab
Ulangan 32-34, Mazmur 91
