DOA YANG MENGUBAH CARA PANDANG
“Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya daripada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”
(Matius 5:43-48)
Shalom saudara! Di sebuah rumah ada seorang ibu yang sedang melihat cuciannya yang terjemur di luar jendela. Ibu ini bertanya-tanya mengapa pakaian yang baru saja ia cuci berubah menjadi kotor kecoklatan seperti ada lumpur yang menempel. Padahal waktu itu sedang tidak hujan dan matahari bersinar cerah. Ibu ini kemudian ke ruang cuci untuk memastikan sabun yang ia pakai. Namun ia tidak menemukan kesalahan apapun dari sabun cuci yang ia pakai. Air yang ia gunakan juga tampak jernih, tidak keruh, dan tidak berlumpur. Akhirnya ibu ini kembali ke jendela untuk melihat kembali pakaian yang ia jemur. Kotoran tersebut masih ada dan menempel dipakaian yang terjemur itu. Ibu ini pun keluar untuk memastikan pakaian yang ia jemur, ternyata yang kotor adalah jendela yang ia pakai untuk melihat.
Seringkali kita berdoa dengan harapan agar seseorang menjadi lebih baik. Saya tidak mengatakan bahwa tidak boleh berdoa agar seseorang menjadi lebih baik. Tapi pernahkan kita berdoa agar diri kita yang diubahkan melalui doa. Dunia mengatakan bahwa kita harus membenci musuh dan melakukan hal setimpal kepada musuh kita. Tapi Yesus memutarbalikkan cara pandang dunia dengan cara pandang yang benar yaitu mendoakan musuh kita. Yang menarik, ketika kita mulai mendoakan orang yang sulit kita kasihi, seringkali Tuhan tidak langsung mengubah orang tersebut. Sebaliknya, Dia terlebih dahulu bekerja di dalam hati kita. Melalui doa, Tuhan melembutkan hati yang keras, menggantikan kemarahan dengan belas kasihan, mengubah kebencian menjadi pengampunan, dan menumbuhkan kesabaran serta hikmat dalam menghadapi mereka. Saudara, pernahkah kita berdoa demikian? Berdoa agar justru diri kita yang diubahkan melalui doa itu? Pernahkah kita meminta Tuhan membentuk hati kita, mengoreksi sikap kita, dan mengajar kita melihat segala sesuatu dari sudut pandang-Nya?
– Albèrt Christian
Doa: Tuhan, tolong berikan kepada kami kesabaran, kelembutan hati, belas kasihan, pengampunan, dan hikmat untuk menghadapi segala kenyataan yang ada.
Bacaan Alkitab
Ulangan 28-29
