PERCAYA RENCANA-NYA DAN IKUTI JALAN-NYA

“Lihatlah di antara bangsa-bangsa dan perhatikanlah, jadilah heran dan tercengang-cengang, sebab Aku melakukan suatu pekerjaan dalam zamanmu yang tidak akan kamu percayai, jika diceritakan. Sebab, sesungguhnya, Akulah yang membangkitkan orang Kasdim, bangsa yang garang dan tangkas itu, yang melintasi lintang bujur bumi untuk menduduki tempat kediaman, yang bukan kepunyaan mereka. Bangsa itu dahsyat dan menakutkan; keadilannya dan keluhurannya berasal dari padanya sendiri. Kudanya lebih cepat dari pada macan tutul, dan lebih ganas dari pada serigala pada waktu malam; pasukan berkudanya datang menderap, dari jauh mereka datang, terbang seperti rajawali yang menyambar mangsa.”
(Habakuk 1:5-8)

Pada waktu saya masih remaja, saya pernah meminta dibelikan sepeda motor kepada orang tua saya. Pada waktu itu banyak teman saya dibelikan motor, sehingga saya pun sangat ingin memiliki sepeda motor. Namun, orang tua saya tidak memberikan apa yang saya minta. Pada waktu itu saya merasa sangat sedih dan kecewa, sebab apa yang saya minta tidak dikabulkan. Sehingga ke mana-mana saya harus naik sepeda kayuh. Setelah saya dewasa, barulah saya mengerti kenapa pada waktu itu orang tua saya tidak membelikan sepeda motor. Mereka ingin saya belajar bersyukur dan mencukupkan diri dengan apa yang Tuhan berikan. Di dalam berbagai pergumulan Habakuk, berbagai pertanyaan yang berkecamuk, dan dalam keheningan, jawaban Tuhan justru tidak seperti harapan Habakuk. Tuhan menjawab, bahwa Ia akan menggunakan bangsa Babel untuk menegakkan keadilan dan menghukum Yehuda. Sontak Habakuk mengajukan keluhan yang kedua kepada Tuhan: bukankah bangsa Babel lebih parah, lebih jahat, dan kejam dari Israel? Mereka memperlakukan manusia seperti binatang. Bagaimana mungkin Allah yang kudus memakai bangsa yang jahat dan bengis? Melalui penglihatan, Allah menjawab bahwa pada waktu yang telah ditentukan, Allah akan menjatuhkan bangsa Babel. Allah akan menuntut pertanggungjawaban bangsa-bangsa yang jahat. Apa pelajaran pentingnya bagi kita? Sering kali kita salah mengerti rencana, cara, dan jalan Tuhan. Kita cenderung ingin Tuhan menuruti, memenuhi, dan mengikuti kehendak kita. Tetapi Allah menuntun Habakuk tidak hanya belajar menanti dengan setia, tetapi juga merendahkan diri, tunduk di hadapan-Nya, serta mengikuti jalan dan rencana-Nya. Penggalan lirik lagu berjudul Never Lose Hope In God kiranya menjadi pengingat bahwa: “Setiap cobaan memiliki tujuan dan rencana. Setiap lembah menuntunmu ke tanah perjanjian. Percayalah pada Dia yang menjaga alam semesta tetap pada tempatnya. Kau aman di dalam kasih karunia-Nya yang tak pernah gagal.” Jadi, ingatlah jangan pernah kehilangan harapan kepada Tuhan.

Doa dan komitmen: Tuhan, situasi dan keadaan hidup bisa begitu menghancurkan, namun ajar kami tetap percaya dan mengikuti rencana-Mu. (Mas Git)

Bacaan Alkitab
1 Samuel 4-8